Banda Aceh (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) mendorong penerapan bahasa daerah Aceh dalam pendidikan sebagai upaya pelestarian bahasa ibu saat momentum peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII).
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh Umar Solikhan di Banda Aceh, Kamis, mengatakan hal tersebut selaras tema peringatan HBII 2025 "Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya bahasa ibu dalam pendidikan, mendorong penerapannya di sekolah, serta memperkuat pelestarian bahasa daerah.
“Dengan tema tersebut, diharapkan peran bahasa daerah dalam membangun pendidikan yang berkualitas semakin terasa nyata,” katanya.
Baca juga: Balai bahasa dorong regulasi kurikulum dan guru bahasa Aceh
Umar menjelaskan, peringatan HBII ini
sendiri merupakan bentuk komitmen negara dan pemerintah dalam rangka memelihara bahasa ibu yang dimiliki sebagai jatidiri bangsa.
Peringatan ini ditetapkan setiap tanggal 21 Februari sesuai dengan amanat United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) dan pada tahun ini mempunyai makna khusus karena menandai peringatan ke-25 tahun (silver jubilee).
“Sejak HBII dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 2000, PHBII beserta tindak lanjutnya juga sesuai dengan mandat peraturan perundang-undangan, di antaranya UUD 1945 Pasal 32 ayat 2 yang menyatakan bahwa negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Umar mengatakan, diperlukan upaya semua pihak untuk mewujudkan tujuan tema PHBII ini. Terutama, Pemerintah Aceh untuk dapat menerapkan penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas awal dan menerapkan muatan lokal bahasa daerah di semua sekolah dasar.
Ia meyakini pembelajaran bahasa daerah Aceh di kelas awal dapat lebih meningkatkan pemahaman, partisipasi, keaktifan, dan capaian belajar siswa.
“Hal itu karena dengan belajar melalui sarana bahasa ibu mereka, mereka dapat lebih cepat menyerap pengetahuan dan mengaktualisasikan diri sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi literasi mereka,” katanya.
Baca juga: Festival teater perlu dukungan Pemda demi keberlanjutan bahasa daerah