Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak delapan unit hunian sementara (huntara) masyarakat korban bencana di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara rusak diterjang angin kencang.

Insiden itu mengakibatkan jumlah huntara rusak bertambah jadi 66 unit.

"Angin kencang telah menyebabkan sebanyak delapan unit huntara di Langkahan rusak," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, di Banda Aceh, Jumat.

Baca juga: Kementerian PU tangani huntara rusak diterjang angin di Aceh Utara

Ia menyebutkan, adapun huntara yang rusak tersebut yakni enam unit rusak berat dan dua rusak ringan, tersebar di Gampong (desa) Rumoh Rayeuk dan Buket Linteung Kecamatan Langkahan.

Bahron mengatakan, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Aceh Utara sejak beberapa hari ini terakhir, akibatnya sejumlah huntara di daerah tersebut rusak.

"Dari bencana ini, korban terdampak di Gampong Rumoh Rayeuk tiga kepala keluarga (KK) dan Gampong Buket Linteung lima KK. Sementara mereka mengungsi ke rumah huntara tetangga," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini petugas BPBD Aceh Utara terus melakukan pendataan dan pembersihan. Sedangkan masyarakat terdampak sudah mengevakuasi barang-barang mereka ketempat lebih aman.

"Masyarakat juga sudah membersihkan puing-puing runtuhan rumah yang rusak, kondisi sudah kondusif," kata Bahron Bakti.

Sebelumnya, pada Selasa (2/6) angin kencang juga telah merusak sebanyak 58 unit huntara di Kecamatan Langkahan. Tersebar di Gampong Rumoh Rayeuk 36 unit, Buket Linteung tujuh unit, Geudumbak 10 unit, dan Gampong Langkahan lima unit.

Baca juga: Bupati Aceh Utara gerak cepat tangani kerusakan huntara



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026