Banda Aceh (ANTARA) - Lembaga pendidikan dan pusat kegiatan belajar masyarakat Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh meluluskan ratusan alumni pendidikan taman kanak-kanak selama 13 tahun berkhidmah untuk masyarakat.

"Hingga tahu ajaran 2024/2025, PKBM Ruman Aceh meluluskan 664 alumni. Lembaga ini berdiri pada 8 April 2013 atau 13 tahun silam," kata Pendiri dan Pembina PKBM Ruman Aceh Ahmad Arif di Banda Aceh, Kamis.

Ia menyebutkan dari 664 alumni, sebanyak 500 anak di antaranya untuk kategori tidak berbayar atau gratis 100 persen. Kemudian, sebanyak 115 anak berbayar sebagian, dan 49 anak berbayar penuh.

Baca juga: Ruman Aceh salurkan donasi diaspora Indonesia kepada korban bencana

"Alhamdulillah, kami masih dimampukan oleh Allah untuk berkhidmah bagi masyarakat di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar secara khusus sejak dimulai 13 tahun lalu," katanya.

Sebelumnya, PKBM Ruman Aceh menggelar syukuran 13 tahun secara sederhana bersama para tenaga pendidik dan kependidikan TK (taman kanak-kanak), paket pendidikan kesetaraan, dan relawan taman bacaan masyarakat (TBM).

Syukuran berlangsung di aula serbaguna PKBM Ruman Aceh di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Menurut dia, sebuah perjalanan sarat makna dengan beragam dinamikanya yang menghadirkan senyum dan tawa pada satu sisi, keringat dan air mata di sisi lainnya.

Ahmad Arif mengaku dirinya bersama istri tidak pernah membayangkan akan seperti sekarang perkembangannya. 

Sebab, saat dimulai pada 8 April 2013, PKBM Ruman Aceh berupa bimbingan belajar dan mengaji biasa untuk anak usia pra-sekolah dan sekolah dasar yang orang tua mereka tidak mampu memasukkan buah hatinya mengikuti les berbayar. 

"Dari awal, kami niatkan Ruman Aceh menjadi wahana dalam berbagi untuk sesama anak negeri yang termarginalkan secara ekonomi, sosial dan atau pendidikan," katanya.

Baca juga: 121 peserta didik kesetaraan geladi tes kemampuan akademik

Ia mengatakan Ruman Aceh bukan menjadi sumber penghidupan pribadi. Pada saat bersamaan, secara tidak langsung, Ruman Aceh juga berpartisipasi membantu kerja-kerja pemerintah, bukan menyaingi.

Sementara itu, Rizky Sopya, yang menggawangi kegiatan dan ikhtiar merawat keluarga besar PKBM RUMAN Aceh menuturkan ketulusan, totalitas komitmen dan konsistensi semua tim menjadikan perjalanan khidmah lebih tertata dan ringan. 

"Di antara tim kami, ada yang bergabung sejak 2014, masih berstatus mahasiswa. Kini, meski sudah lulus PNS pada 2021, ia tetap berkontribusi. Di sisi lain, ada pula yang baru tiga bulan bergabung. Alhamdulillah, semuanya berada pada frekuensi yang sama dalam bingkai bergerak, berkarya dan bermanfaat," ujar Rizki. 

Rizki mengatakan khidmah Ruman Aceh kini terdiri dari lima program utama. Pertama, pendidikan formal berupa taman kanak-kanak yang diprioritaskan untuk anak-anak keluarga fakir. 

Kedua, Pendidikan nonformal berupa pendidikan kesetaraan (paket) jenjang SD, SMP dan SMA. Ketiga, taman bacaan masyarakat atau perpustakaan dengan derivasi beberapa kegiatan rutin. Keempat, pemberdayaan masyarakat. Kelima, pendampingan sosial masyarakat. 

"Semua program dan kegiatan kami gratiskan untuk masyarakat sejak awal bergerak 13 tahun lalu. Terima kasih kepada keluarga besar, sahabat donatur yang terus membersamai khidmah kami dalam bingkai berkah, berbagi, bersama," kata Rizky Sopya.

Baca juga: PKBM Ruman Aceh hadirkan posko belajar di Aceh Tamiang



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026