Banda Aceh (ANTARA) - Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh menghadirkan posko belajar untuk anak-anak di lima titik di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pendiri PKBM Ruman Aceh Rizky Sopya di Aceh Tamiang, Jumat, mengatakan pembelajaran di posko tersebut berlangsung lima hari sebagai ikhtiar sederhana menghadirkan kembali senyuman anak-anak korban bencana.
"Selama lima hari kami hadir melalui kegiatan psikososial di lima titik. Beragam aktivitas kami lakukan bersama anak-anak untuk menghadirkan kembali senyum mereka pascabencana banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025," katanya.
Lima titik tersebut, kata dia, yakni Desa Rantau Pauh dan Desa Durian di Kecamatan Rantau. Kemudian, Desa Tanjung Karang di Kecamatan Karang Baru. Serta di Desa Lubuk Sidup di Kecamatan Sekrak dan Desa Opak di Kecamatan Bendahara.
Rizky Sopya menyebutkan berbagai kegiatan dilaksanakan di posko belajar tersebut. Kegiatan dimulai dengan berkumpul, berkenalan, bercerita, bermain kolase di atas kertas manila.
"Di atas kertas tersebut, ada yang membuat rumah tiga dimensi, menghias, dan lainnya. Usai kegiatan, dibagikan titipan dari para donatur," kata Rizky Sopya.
Titipan para donatur, kata dia, ada berupa paket belajar atau paket kebersihan dan atau paket hadiah. Ada pula paket makanan ringan berupa orek tempe dicampur kacang dan ikan teri yang diracik tim PKBM Ruman Aceh.
"Anak-anak merasa senang karena sudah lama tidak belajar dan bermain di sekolah. Bahkan, imam masjid di titik kegiatan mengungkapkan bahwa ini pertama kali ada datang untuk bermain dengan anak-anak," kara Rizky Sopya.
Sementara itu, Pembina PKBM Ruman Aceh Ahmad Arif mengatakan tim posko belajar membagikan 480 paket kepada anak-anak di lima titik kegiatan terdiri 240 paket belajar, 120 paket kebersihan, dan 120 paket hadiah.
"Paket belajar berisi buku gambar, pensil, rautan, penghapus, lem stik, dan bahan bermain. Paket kebersihan berisi sabun mandi, sampo, sisir, handuk, bedak, dan minyak kayu putih. Serta Paket hadiah berisi selimut, sandal, masker, air mineral, permen, balon, susu UHT dan biskuit," katanya.
Ia mengatakan semua paket tersebut dibeli dari donasi para donatur yang terhimpun dalam seminggu penggalangan dana di akun media sosial PKBM Ruman Aceh
"Sedangkan semua biaya operasional menggunakan kas PKBM Ruman Aceh dan Prof Nishi, guru besar dari Universitas Kyoto, Jepang, yang mengkhususkan donasinya untuk operasional," kata Ahmad Arif.
Selain personal, kata dia, ada empat komunitas yang berdonasi, yaitu Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh, Masjid Fatahillah Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Kemudian, keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari empat desa di Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Serta Sahabat Syurga dari Singapura
"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada komunitas beserta 34 sahabat lain yang telah berbagi rezeki untuk hadirkan mengembalikan senyuman anak-anak di Kabupaten Aceh Tamiang," kata Ahmad Arif.
