Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyiagakan sebanyak 45 orang personel sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi bencana hidrometeorologi.
“Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang diprediksi belum akan normal dalam beberapa hari ke depan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah di Meulaboh, Jumat.
Sebelumnya, BMKG memprediksi wilayah Aceh Barat akan mengalami dua periode cuaca ekstrem yang berlangsung pada tanggal 11 hingga 20 April 2026. Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Barat Tarmizi juga telah mengeluarkan imbauan khusus guna mempertegas instruksi kesiapsiagaan di seluruh lini.
Teuku Ronald mengatakan tim yang dikerahkan tersebut yaitu tim pemantau hulu berjumlah sebanyak 15 personel yang terdiri dari anggota Pos Damkar Woyla dan Pos Damkar Kaway XVI, Aceh Barat.
Mereka dikerahkan khusus untuk memantau aliran Sungai Batang Cermin dan Sungai Mas di wilayah Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.
Sedangkan di markas komando BPBD Aceh Barat, kata dia, pihaknya telah menyiagakan sekitar 30 personel, untuk merespons kondisi darurat maupun laporan dari masyarakat secara cepat.
Teuku Ronald mengatakan BPBD Aceh Barat memberikan perhatian khusus pada debit air sungai, terutama berkaca pada pengalaman banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Pihaknya hingga kini terus memantau intensitas hujan di daerah hulu seperti Takengon dan Pidie.
"Jika di daerah hulu sudah mulai banjir, kita yang berada di daerah hilir harus segera waspada. Kami telah menerjunkan tim pemantau di lapangan untuk terus berkoordinasi dan memberikan informasi terkini," ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapan fisik, BPBD Aceh Barat telah melakukan gelar peralatan untuk memastikan seluruh sarana penyelamatan dalam kondisi prima dan siap pakai kapanpun dibutuhkan.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda kenaikan debit air yang signifikan di lingkungan masing-masing.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026