"Pagi ini, satelit mendeteksi dua titik panas di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Kamis.
Ia menjelaskan, kedua titik panas tersebut masih berada di titik kordinat yang sama dengan hasil pantauan kedua satelit Terra dan Aqua di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Rabu, (4/6) sore.
Tepatnya titik panas ini terkosentrasi di satu kecamatan, yakni Darul Makmur, Nagan Raya dengan persentase tingkat kepercayaan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) patut diduga sebagai titik api.
Dari dua titik panas, terdapat satu titik memiliki?tingkat kepercayaan menunjukkan 75 persen, dan berada di titik kordinat 96,59 Bujur Timur dan 3,78 Lintang Utara.
Satu titik lagi memiliki tingkat kepercayaan lebih besar dari titik panas sebelumnya dengan persentase 79 persen di titik kordinat 96,58 Bujur Timur dan 3,78 Lintang Utara.
"Dua titik panas ini, patut dicurigai sebagai titik api. Kepada pihak terkait, kami sarankan untuk melakukan pengecekan di titik kordinat tersebut agar karhutla tidak terjadi di Nagan Raya" tegas Zakaria.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengungkapan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di areal gambut di daerah pesisir barat selatan Aceh di bulan Juni tahun ini telah mencapai 78 hektare.
Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek mengatakan karhutla terakhir terjadi di lahan dan kebun kelapa sawit milik masyarakat setempat di Gampong (desa) Lawa Batu, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.
"Memang korban terdampak, nihil. Tapi korban material berupa 10 hektare lahan sawit yang menjadi dampak, sehingga total sudah 78 hektare karhutla di Aceh hingga kini," kata dia.
Pewarta: Muhammad SaidUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.