Dalam sebuah pernyataan setelah sambungan telepon antara kedua pemimpin, kepresidenan Turki mengatakan Erdogan menekankan perlunya menggunakan peluang diplomatik untuk meredakan situasi dan mencapai negosiasi yang berkelanjutan.
Kementerian luar negeri Prancis mengatakan setelah seruan, yang berlangsung lebih dari satu jam, berharap dialog antara Turki dan Yunani dapat berlanjut, dan mengatakan Macron telah menyerukan pendekatan serupa dengan Siprus.
"Dia (Macron) mendesak Turki untuk sepenuhnya menghormati kedaulatan negara anggota Uni Eropa serta hukum internasional, dan menahan diri dari tindakan sepihak lebih lanjut yang dapat memicu ketegangan," kata kantor luar negeri Prancis, menambahkan bahwa Macron dan Erdogan telah setuju. untuk tetap berhubungan.
Hubungan antara Uni Eropa dan Turki sangat tegang pada sejumlah masalah, termasuk eksplorasi hidrokarbon di Mediterania Timur, tempat Ankara berselisih dengan negara anggota Uni Eropa, Siprus dan Yunani.
Pewarta: Azis KurmalaUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.