Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - DPRK Aceh Utara, Provinsi Aceh, meminta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk untuk mendata kembali korban konflik di wilayah itu, karena masih banyak yang belum mendapat bantuan.
Ketua Komisi E DPRK Aceh Utara Muhammad Nasir di Lhokseumawe, Senin mengatakan, pendataan kembali korban konflik perlu dilakukan, sehingga dalam memberikan bantuan bisa tepat sasaran dan diterima kepada yang berhak.
Menurutnya, saat konflik berkecamuk di Aceh, secara umum masyarakat Kabupaten Aceh Utara pernah menjadi korban, baik mengalami tindak kekerasan, pengancaman dan berbagai hal lainnya.
Disebutkan, masih banyak masyarakat korban konflik yang menjadi trauma sampai sekarang, akibat peristiwa yang dialami masa lalu. Apabila ada data yang lengkap, maka berbagai pembinaan akan tepat sasaran untuk dilakukan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Aceh Utara Fariati mengatakan, pihaknya telah bekerja maksimal dalam mengumpulkan data-data di lapangan.
"Kami punya semua data tentang kependudukan di Aceh Utara, baik data orang miskin maupun data tentang masalah korban konflik. Dalam melakukan pengumpulan data kita juga bekerjasama dengan setiap kepala desa," ujar Fariati.
Tambahnya, saat memberikan bantuan kepada masyarakat Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh selalu melihat kriteria-kriteria penerima bantuan, jadi pihaknya tidak sembarangan dalam memberikan bantuan.
Dirinya mengaku bukan hanya masyarakat yang menjadi korban konflik saja yang telah dibantu, tetapi pihaknya juga membantu seluruh masyarakat termasuk masyarakat miskin di Kabupaten Aceh Utara, ujarnya.
Ketua Komisi E DPRK Aceh Utara Muhammad Nasir di Lhokseumawe, Senin mengatakan, pendataan kembali korban konflik perlu dilakukan, sehingga dalam memberikan bantuan bisa tepat sasaran dan diterima kepada yang berhak.
Menurutnya, saat konflik berkecamuk di Aceh, secara umum masyarakat Kabupaten Aceh Utara pernah menjadi korban, baik mengalami tindak kekerasan, pengancaman dan berbagai hal lainnya.
Disebutkan, masih banyak masyarakat korban konflik yang menjadi trauma sampai sekarang, akibat peristiwa yang dialami masa lalu. Apabila ada data yang lengkap, maka berbagai pembinaan akan tepat sasaran untuk dilakukan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Aceh Utara Fariati mengatakan, pihaknya telah bekerja maksimal dalam mengumpulkan data-data di lapangan.
"Kami punya semua data tentang kependudukan di Aceh Utara, baik data orang miskin maupun data tentang masalah korban konflik. Dalam melakukan pengumpulan data kita juga bekerjasama dengan setiap kepala desa," ujar Fariati.
Tambahnya, saat memberikan bantuan kepada masyarakat Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh selalu melihat kriteria-kriteria penerima bantuan, jadi pihaknya tidak sembarangan dalam memberikan bantuan.
Dirinya mengaku bukan hanya masyarakat yang menjadi korban konflik saja yang telah dibantu, tetapi pihaknya juga membantu seluruh masyarakat termasuk masyarakat miskin di Kabupaten Aceh Utara, ujarnya.
Pewarta: Pewarta : Mukhlis: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026