Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh membuka pendaftaran Tes Penjajakan Bidang Ilmu (TPBI) Tahun 2015 mulai 2 November 2015.
Kepala Humas Unsyiah Ilham Maulana di Banda Aceh, Senin, mengatakan pendaftaran dilakukan secara online melalui laman http://penerimaan.spmb.or.id.
"TPBI dilakukan untuk memberikan penilaian prediksi kemampuan siswa SMTA, yang diukur dan dibandingkan pada tingkat daerah, provinsi maupun nasional," kata Ilham Maulana.
Tahun ini TPBI dilaksanakan serentak oleh enam perguruan tinggi negeri. Selain Unsyiah, universitas yang melaksanakan TPBI yakni Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe.
Kemudian, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Jambi (Unja), serta Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Ujian tulis TPBI akan dilangsungkan secara serentak pada 29 November 2015 di lima kota, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Jambi dan Tarakan.
"Nilai TPBI akan menjadi bahan pertimbangan perguruan tinggi dalam menerima mahasiswa baru. Khusus Unsyiah, sertifikat nilai TPBI dapat membantu siswa untuk lulus melalui jalur masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN," ungkap dia.
Selain itu, TPBI merupakan olimpiade khusus yang digelar untuk memantau kemampuan asli dari para calon peminat setiap program studi di Unsyiah.
Peserta TPBI yang mendapatkan sertifikat hasil dengan nilai istimewa akan diperkenankan untuk masuk ke program studi manapun di Unsyiah tanpa tes tulis melalui jalur SNMPTN, kata Ilham Maulana.
Bagi mereka yang mendapatkan nilai sangat baik dan baik, akan terbantu kelulusannya di program studi yang mereka pilih melalui jalur tersebut.
"Bagaimanapun, TPBI bukanlah merupakan jalur masuk khusus ke Unsyiah atau ke perguruan tinggi negeri lain. Dan nilai TPBI bukan juga merupakan salah satu syarat untuk masuk PTN," kata Ilham Maulana.
Kepala Humas Unsyiah Ilham Maulana di Banda Aceh, Senin, mengatakan pendaftaran dilakukan secara online melalui laman http://penerimaan.spmb.or.id.
"TPBI dilakukan untuk memberikan penilaian prediksi kemampuan siswa SMTA, yang diukur dan dibandingkan pada tingkat daerah, provinsi maupun nasional," kata Ilham Maulana.
Tahun ini TPBI dilaksanakan serentak oleh enam perguruan tinggi negeri. Selain Unsyiah, universitas yang melaksanakan TPBI yakni Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe.
Kemudian, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Jambi (Unja), serta Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Ujian tulis TPBI akan dilangsungkan secara serentak pada 29 November 2015 di lima kota, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Jambi dan Tarakan.
"Nilai TPBI akan menjadi bahan pertimbangan perguruan tinggi dalam menerima mahasiswa baru. Khusus Unsyiah, sertifikat nilai TPBI dapat membantu siswa untuk lulus melalui jalur masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN," ungkap dia.
Selain itu, TPBI merupakan olimpiade khusus yang digelar untuk memantau kemampuan asli dari para calon peminat setiap program studi di Unsyiah.
Peserta TPBI yang mendapatkan sertifikat hasil dengan nilai istimewa akan diperkenankan untuk masuk ke program studi manapun di Unsyiah tanpa tes tulis melalui jalur SNMPTN, kata Ilham Maulana.
Bagi mereka yang mendapatkan nilai sangat baik dan baik, akan terbantu kelulusannya di program studi yang mereka pilih melalui jalur tersebut.
"Bagaimanapun, TPBI bukanlah merupakan jalur masuk khusus ke Unsyiah atau ke perguruan tinggi negeri lain. Dan nilai TPBI bukan juga merupakan salah satu syarat untuk masuk PTN," kata Ilham Maulana.
Pewarta: Pewarta : M Haris SA: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026