Sabang (ANTARA Aceh) - Kementerian Pariwisata minta masyarakat di Kota Sabang, Aceh, mempertahankan budaya lokal yang memiliki nilai jual tinggi dalam industri parwisata.
"Berbicara pariwisata, budaya itu memiliki nilai jual yang tinggi. Warga Sabang harus mempertahankan budaya tersebut demi pertumbuhan pariwisata," kata Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenpar Ambar Rukmi di Sabang, Sabtu.
Ketika membuka acara Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di arena Sabang Fair yang turut dihadiri Sekda Kota Sabang, Sofyan Adam, ia menyatakan, masyarakat paling ujung Indonesia memiliki beragam suku budaya, etnik dan bahasa, ditambah lagi masyarakatnya juga pluralisme.
Ia merasa yakin jika ini terus dipertahankan parawisata Sabang akan terus berkembang seiring waktu.
"Selama di Sabang, menurut hemat saya, bahasa yang digunakan oleh warga Sabang, punya keunikan tersendiri, beda dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia, ada khas tersendiri. Ini kekayaan daerah yang harus tetap dipertahankan," ulangnya.
Dia menambahkan, sapta pesona adalah wujud menarik minat parawisata berkunjung ke sebuah daerah. Pariwisata itu juga tidak bisa dipisahkan yang namanya nyaman dan bersih.
"Kita harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, tertip bersih, dan indah. Jika ini mampu kita wujudkan wisatawan akan kembali berkunjung ke Sabang. Ditambah lagi program pemerintah yang terus mengalakkan wisata demi meningkatkan devisa negara, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kemudian, Sekda Sofyan Adam menambahkan, pengembangan pariwisata tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi peran para pihak dan pelaku usaha pariwisata sangat menentukan bertumbuhkembanya industri pariwisata.
"Kita bersyukur selama ini masyarakat Sabang sudah mulai sadar wisata. Mari kita wujudkan gerakan sadar wisata dan Sapta Pesona di Kota Sabang, sehingga kita mampu memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah kita," ajak Sekda.
"Berbicara pariwisata, budaya itu memiliki nilai jual yang tinggi. Warga Sabang harus mempertahankan budaya tersebut demi pertumbuhan pariwisata," kata Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenpar Ambar Rukmi di Sabang, Sabtu.
Ketika membuka acara Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di arena Sabang Fair yang turut dihadiri Sekda Kota Sabang, Sofyan Adam, ia menyatakan, masyarakat paling ujung Indonesia memiliki beragam suku budaya, etnik dan bahasa, ditambah lagi masyarakatnya juga pluralisme.
Ia merasa yakin jika ini terus dipertahankan parawisata Sabang akan terus berkembang seiring waktu.
"Selama di Sabang, menurut hemat saya, bahasa yang digunakan oleh warga Sabang, punya keunikan tersendiri, beda dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia, ada khas tersendiri. Ini kekayaan daerah yang harus tetap dipertahankan," ulangnya.
Dia menambahkan, sapta pesona adalah wujud menarik minat parawisata berkunjung ke sebuah daerah. Pariwisata itu juga tidak bisa dipisahkan yang namanya nyaman dan bersih.
"Kita harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, tertip bersih, dan indah. Jika ini mampu kita wujudkan wisatawan akan kembali berkunjung ke Sabang. Ditambah lagi program pemerintah yang terus mengalakkan wisata demi meningkatkan devisa negara, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kemudian, Sekda Sofyan Adam menambahkan, pengembangan pariwisata tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi peran para pihak dan pelaku usaha pariwisata sangat menentukan bertumbuhkembanya industri pariwisata.
"Kita bersyukur selama ini masyarakat Sabang sudah mulai sadar wisata. Mari kita wujudkan gerakan sadar wisata dan Sapta Pesona di Kota Sabang, sehingga kita mampu memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah kita," ajak Sekda.
Pewarta: Pewarta : Irman JusufUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026