Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pementasan bermain peranan (sosiadrama) gugurnya Pahlawan Nasional Teuku Umar menyemarakan puncak peringatan HUT ke-71 TNI di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Rabu.
Kepala Staf Korem (Kasrem) 012/TU Letkol Inf Puguh Suwito mengatakan, sosiodrama Teuku Umar merupakan perintah Panglima TNI untuk dilaksanakan sesuai kearifan lokal dengan pahlawan masing-masing daerah.
"Sosiodrama ini memang dari perintah Panglima TNI untuk dilaksanakan sesuai dengan pahlawan di wilayah masing-masing. Sesuai kearifan lokal dan kita disini pahlawan kita angkat adalah Teuku Umar," katanya usai upacara di Lapangan Teuku Umar Meulaboh.
Kasrem menyampaikan, penampilan sosiodrama pahlawan nasional Teuku Umar tersebut sebagai edukasi bagi generasi muda dan semua elemen masyarakat sehingga
wawasannya bahwa di wilayah Aceh ada pahlawan nasional yang berjasa.
Sebut Puguh Suwito, secara administrasi kewilayahan Korem 012/TU membawahi delapan Komando Distrik Militer (Kodim) mayoritas di barat dan selatan Aceh, upacara puncak diadakan pada dua titik yakni di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan.
Tegasnya, komando atas memerintahkan pada HUT ke-71 TNI tahun 2016 untuk jajaran Korem 012/TU melaksanakan acara perayaan atas kesederhanaan, yakni tidak mengelar pameran alat utama sistem pertahanan (alutsita) dan demonstrasi.
"Karena itu pada hari puncak kita laksanakan secara sederhana, tidak ada gelar alutsita dan demonstrasi, disini kita hanya ada acara syukuran bersama masyarakat dan anak yatim di Kodim 0105 Aceh Barat," sebutnya.
Pada upacara tersebut Kasrem 112/TU menyematkan penghargaan satya lencana kepada 50 orang prajurid TNI-AD wilayah Korem 012/TU yang mereka adalah Babinsa, prajurid ini dinilai telah melaksanakan tugas dengan baik sesuai maa kerjanya.
Lebih lanjut dikatakan, menyikapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) di Provinsi Aceh pada 15 Februari 2017 dirinya berpesan seluruh prajurid TNI untuk tetap netral dan akan menindak tegas oknum yang terbukti terlibat politik praktis.
Menyangkut pengerahan pasukan untuk meng beck-up berlangsungya Pilkada secara demokrasi, TNI tentunya akan menyesuaikan permintaan dari Polri untuk jumlah kekuatan pasukan untuk diperbantukan.
"Korem 012/TU yang jelas ada delapan Kodim, sesuai ketentuan perundang-undangan menyangkut pelibatan BKO, kita nanti satu Kodim akan di BKOkan satu peleton dari TNI, baik itu kita kerahkan dari 115 maupun Yonif 116 GS," katanya menambahkan.
Pewarta: Anwar: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026