Banda Aceh (ANTARA) - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menyapa dan menghibur anak-anak yang berada di posko pengungsian gunung api Bur Ni Telong di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Rabu, mengatakan Kapolda Aceh berinteraksi dengan anak-anak di pengungsian di sela-sela penyerahan bantuan kepada pengungsi meningkatnya status gunung api tersebut.
"Dalam kesempatan menyerahkan bantuan kepada pengungsi Gunung Bur Ni Telong di Kecamatan Timang Gajah, Kapolda Aceh menyapa, menghibur, serta membagikan makanan kepada anak-anak yang berada di posko pengungsian," katanya.
Menurut Joko Krisdiyanto, kehadiran Kapolda Aceh memberikan semangat dan keceriaan tersendiri bagi anak-anak. Mereka tampak gembira dan antusias saat diajak berinteraksi serta menerima makanan yang dibagikan.
"Kegiatan ini merupakan wujud Polri yang humanis dalam melayani dan membantu masyarakat, khususnya para pengungsi pasca kepanikan Gunung Bur NiTelong," kata Joko Krisdiyanto.
Sebelumnya, warga dari dua desa di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yakni kampung Rembune dan Kampung Pantan Pediangan, mengungsi menyusul status gunung api Burni Telong dinaikkan dari Level II atau waspada menjadi Level III atau siaga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah Ilham Abdi mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Burni Telong dinaikkan menjadi Level III sejak 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB.
"Tadi malam, berdasarkan informasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan arahan Bupati, kami mengimbau masyarakat di dua gampong tersebut untuk mengungsi," katanya.
Ia mengatakan sesuai peningkatan status tersebut, maka radius aman ditingkatkan dari tiga kilometer menjadi lima kilometer, sehingga gampong yang berada di radius itu harus mengungsi.
Ilham Abdi menyebutkan saat ini masyarakat yang mengungsi kompleks Kampus Universitas Syiah Kuala (USM) di daerah itu mencapai 2.000-an pengungsi.
"Kami juga sudah menyiapkan tenda. Warga yang mengungsi tidak hanya dua gampong tersebut, juga ada masyarakat gampong lainnya yang ikut panik," kata Ilham Abdi.
