Aceh Timur (ANTARA) - Buah timun suri kembali menjadi primadona setiap tahunnya selama puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Aceh Timur.
Buah musiman ini selalu diburu masyarakat untuk dijadikan menu berbuka puasa karena rasanya yang manis, teksturnya lembut, serta kandungan airnya yang tinggi, kata Samsuddin, pedagang buah di Pasar Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Senin.
Menurut dia, penjualan timun suri meningkat drastis sejak hari pertama Ramadan. Buah ini menjadi incaran warga karena mudah diolah menjadi minuman segar, baik dicampur sirup, susu, maupun gula cair.
Selain menyegarkan, timun suri juga dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan air yang tinggi membantu menghidrasi tubuh, sementara vitamin dan seratnya baik untuk pencernaan.
Tak heran jika buah ini selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari hidangan berbuka puasa masyarakat Aceh Timur, kata Samsuddin.
Baca: Permintaan lemang meningkat di Banda Aceh saat Ramadhan Sabtu, 21 Februari 2026 15:17 WIB
Di Pasar Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, lapak-lapak pedagang timun suri tampak ramai diserbu pembeli, terutama menjelang sore hari.
"Harga jual timun suri berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitasnya. Kalau ukurannya besar dan dagingnya tebal, biasanya lebih mahal," katanya.
Ia menambahkan dalam sehari dirinya mampu menjual puluhan buah, bahkan bisa habis sebelum waktu berbuka tiba. Pembeli tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari desa-desa tetangga yang sengaja datang untuk mendapatkan timun suri pilihan.
Ramainya permintaan timun suri selama Ramadan turut membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Samsuddin berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akhir bulan puasa, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarganya.
"Alhamdulillah, setiap Ramadan timun suri selalu laris. Mudah-mudahan tahun ini juga rezekinya lancar," kata Samsuddin.
Baca: Meunasah di Aceh Besar sediakan 200-an paket bubur ie bu peudah
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026