Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 35 unit hunian sementara (huntara) di tiga gampong dalam Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara dilaporkan rusak sedang, ringan hingga berat akibat hujan lebat disertai angin kencang pada (2/6) sekitar pukul 18.00 WIB.
"Berdasarkan informasi yang kami terima di lapangan kerusakan bervariasi ada rusak berat, ringan hingga sedang dan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Saat ini tim terus melakukan pendataan dan penanganan pascabencana," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli, saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.
Ia menyebutkan berdasarkan data sementara sebanyak 23 unit huntara di Gampong Rumoh Rayeuk rusak terdiri atas lima rusak berat dan 18 rusak sedang hingga ringan.
Selanjutnya di Langkahan lima unit huntara rusak ringan, di Buket Linteung, Dusun Leubok Meuku tujuh unit Huntara rusak berat termasuk mushala. Sementara untuk Geudumbak saat ini tim masih melakukan proses pendataan.
"Warga yang terdampak sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai berat, ringan hingga sedang," katanya.
Menurut dia, pembangunan hunian sementara berada di bawah kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menurunkan tim langsung ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan juga pendataan akibat bencana yang melanda kawasan Langkahan.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026