Ikan Kerapu
Banda Aceh, 19/1 (Antaraaceh) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar menyatakan Kecamatan Pulo Aceh masih menjadi kawasan andalan pengembangan perikanan budidaya ikan laut.
"Pulo Aceh miliki potensi cukup besar untuk sektor budidaya ikan laut sehingga perlu terus dikembangkan dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan nelayan," kata Kepala DKP Aceh Besar Gunawan dihubungi di Banda Aceh, Senin.
Ia menjelaskan pengembangan budidaya ikan laut yang dilakukan di daerah berjarak sekitar 12 mil laut Kota Banda Aceh itu terdiri dari kuwe, kakap, kerapu dan lobster.
"Kami saat ini juga sedang mengembangkan budidaya rumput laut di Pulo Aceh," katanya.
Adapun kawasan pengembangan budidaya ikan laut di kecamatan berpenduduk sekitar sepuluh ribu jiwa itu adalah Ulee Paya, Gugop dan Seurapong.
Ia mengatakan pengembangan budidaya ikan laut di Kecamatan berjarak sekitar 12 Mil laut Kota Banda Aceh itu dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA).
Menurut Gunawan potensi pengembangan budidaya ikan laut di kawasan Pulo Aceh cukup luas yakni sekitar 200 hektare.
"Kawasan yang baru tergarap cuma sepuluh hektare dan ini peluang cukup besar," katanya.
Pihaknya optimistis dengan pengembangan secara berkelanjutan akan mampu meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat di daerah kepulauan terserbut.
Pemerintah Aceh Besar terus berupaya meningkatkan sarana prasarana dan pembinaan nelayan dalam mengoptimalkan potensi kemaritiman di kabupaten berpenduduk sekitar 365 ribu jiwa itu.
