• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News aceh
Jumat, 16 Januari 2026
Antara News aceh
Antara News aceh
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Pastikan pemulihan lahan terdampak banjir berjalan, Mentan langsung turun lapangan

      Pastikan pemulihan lahan terdampak banjir berjalan, Mentan langsung turun lapangan

      13 jam lalu

      155.193 jiwa korban bencana Aceh masih bertahan di pengungsian

      155.193 jiwa korban bencana Aceh masih bertahan di pengungsian

      14 Januari 2026 17:08

      Begini kata Mendagri, Percepatan pemulihan pascabencana jadi prioritas utama

      Begini kata Mendagri, Percepatan pemulihan pascabencana jadi prioritas utama

      13 Januari 2026 13:10

      Ini pesan Prabowo untuk siswa Sekolah Rakyat

      Ini pesan Prabowo untuk siswa Sekolah Rakyat

      12 Januari 2026 15:03

      Kasus pengurusan pajak rugikan negara hingga Rp59 M

      Kasus pengurusan pajak rugikan negara hingga Rp59 M

      11 Januari 2026 16:12

  • Daerah
    • Banda Aceh
    • Aceh Besar
    • Aceh Barat
    • Aceh Jaya
    • Aceh Selatan
    • Aceh Tengah
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
    • Lainnya
    • Aceh Tenggara
    • Kab. Aceh Singkil
    • DPRA
    • Kota Sabang
    • Kota Subulussalam
    • Kota Langsa
    • Kab. Abdya
    • Kab Nagan Raya
    • Pemerintah Aceh
    • Kabupaten Aceh Tamiang
    • Kabupaten Bener Meriah
    • Gayo Lues
    • Kabupaten Pidie
    • Pemkab Bener Meriah
    • Pemkab Simuelu
    • Teknologi
      • Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik

        Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik

        11 Desember 2025 21:34

        Update Bencana Aceh, Suplai listrik jadi kendala utama pemulihan jaringan telekomunikasi

        Update Bencana Aceh, Suplai listrik jadi kendala utama pemulihan jaringan telekomunikasi

        5 Desember 2025 19:20

        Komdigi tegaskan Starlink di lokasi bencana Aceh gratis

        Komdigi tegaskan Starlink di lokasi bencana Aceh gratis

        3 Desember 2025 18:48

        Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana

        Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana

        2 Desember 2025 19:11

        Update Bencana Aceh, Komdigi bantu 20 perangkat starlink

        Update Bencana Aceh, Komdigi bantu 20 perangkat starlink

        1 Desember 2025 15:08

    • Hiburan
      • Perjalanan asmara selebritas 2025, menikah hingga berpisah secara dewasa

        Perjalanan asmara selebritas 2025, menikah hingga berpisah secara dewasa

        25 Desember 2025 15:30

        Pemkab Aceh Barat larang warga rayakan tahun baru, termasuk larang bakar mercon dan tiup terompet

        Pemkab Aceh Barat larang warga rayakan tahun baru, termasuk larang bakar mercon dan tiup terompet

        22 Desember 2025 10:07

        Santri Aceh Besar sisihkan uang jajan untuk bantuan bencana, sempat bingung menyalurkannya

        Santri Aceh Besar sisihkan uang jajan untuk bantuan bencana, sempat bingung menyalurkannya

        13 Desember 2025 15:02

        Tak Mau Seremonial Donasi, Keluarga Besar J99 Corp. Sambangi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang

        Tak Mau Seremonial Donasi, Keluarga Besar J99 Corp. Sambangi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang

        11 Desember 2025 21:26

        Marcella Zalianty semangati pengungsi bencana banjir Aceh di Pidie Jaya

        Marcella Zalianty semangati pengungsi bencana banjir Aceh di Pidie Jaya

        5 Desember 2025 23:48

    • Sport
      • Panpel Persiraja ingatkan suporter PSMS tak datang ke stadion, untuk keamanan

        Panpel Persiraja ingatkan suporter PSMS tak datang ke stadion, untuk keamanan

        14 Januari 2026 16:59

        Ini calon kuat pelatih sementara MU

        Ini calon kuat pelatih sementara MU

        13 Januari 2026 08:53

        Usai dibungkam Barcelona, Real Madrid pecat Xabi Alonso

        Usai dibungkam Barcelona, Real Madrid pecat Xabi Alonso

        13 Januari 2026 08:50

        Barcelona juarai Piala Super Spanyol usai bungkam Real Madrid

        Barcelona juarai Piala Super Spanyol usai bungkam Real Madrid

        12 Januari 2026 08:21

        Bayern Muenchen bikin Wolfsburg babak belur 8-1

        Bayern Muenchen bikin Wolfsburg babak belur 8-1

        12 Januari 2026 08:19

    • Ekonomi
      • Rehabilitasi Sawah terdampak bencana Sumatera dimulai, diawali dari Aceh

        Rehabilitasi Sawah terdampak bencana Sumatera dimulai, diawali dari Aceh

        16 jam lalu

        APPSI petakan pasar terdampak bencana Aceh, dukung percepatan pemulihan

        APPSI petakan pasar terdampak bencana Aceh, dukung percepatan pemulihan

        13 Januari 2026 21:22

        225 destinasi wisata rusak akibat bencana Aceh

        225 destinasi wisata rusak akibat bencana Aceh

        13 Januari 2026 20:28

        35 kampung nelayan ditargetkan rampung akhir Januari 2026

        35 kampung nelayan ditargetkan rampung akhir Januari 2026

        13 Januari 2026 08:59

        Terobosan Mentan penurunan harga pupuk bersubsidi jadi sejarah

        Terobosan Mentan penurunan harga pupuk bersubsidi jadi sejarah

        13 Januari 2026 08:55

    • Kesehatan
      • Komunitas relawan bagikan vitamin untuk anak-anak korban banjir

        Komunitas relawan bagikan vitamin untuk anak-anak korban banjir

        11 jam lalu

        Melintas jalan tol, ini yang perlu dihindari pengemudi

        Melintas jalan tol, ini yang perlu dihindari pengemudi

        29 Desember 2025 09:23

        Istri donorkan ginjal untuk suami yang sakit, operasi berhasil di RSUDZA Banda Aceh

        Istri donorkan ginjal untuk suami yang sakit, operasi berhasil di RSUDZA Banda Aceh

        22 Desember 2025 18:39

        Update Bencana Aceh, 366 puskesmas sudah berfungsi lagi

        Update Bencana Aceh, 366 puskesmas sudah berfungsi lagi

        20 Desember 2025 12:46

        Dinkes Aceh waspadai penyakit menular di titik pengungsian

        Dinkes Aceh waspadai penyakit menular di titik pengungsian

        19 Desember 2025 19:57

    • Politik
      • Komisi II tegaskan UU Pilkada belum jadi agenda legislasi DPR

        Komisi II tegaskan UU Pilkada belum jadi agenda legislasi DPR

        13 Januari 2026 13:51

        Megawati: Wacana Pilkada lewat DPRD pengkhianatan reformasi

        Megawati: Wacana Pilkada lewat DPRD pengkhianatan reformasi

        13 Januari 2026 08:48

        DPR targetkan daerah terdampak normal sebelum Ramadhan

        DPR targetkan daerah terdampak normal sebelum Ramadhan

        10 Januari 2026 20:20

        Sebanyak 81 WNA dideportasi dari Aceh

        Sebanyak 81 WNA dideportasi dari Aceh

        2 Januari 2026 18:09

        Imigrasi terbitkan 88.954 ribu paspor di Aceh

        Imigrasi terbitkan 88.954 ribu paspor di Aceh

        31 Desember 2025 18:52

    • Dunia
      • Relawan Malaysia salurkan perlengkapan shalat untuk korban banjir Aceh

        Relawan Malaysia salurkan perlengkapan shalat untuk korban banjir Aceh

        11 jam lalu

        Di tengah protes, Pertokoan di Iran tetap buka

        Di tengah protes, Pertokoan di Iran tetap buka

        12 Januari 2026 08:10

        Akibat aksi protes, Australia minta warganya segera tinggalkan Iran

        Akibat aksi protes, Australia minta warganya segera tinggalkan Iran

        8 Januari 2026 12:32

        Legislator minta WNI di Venezuela jaga komunikasi

        Legislator minta WNI di Venezuela jaga komunikasi

        6 Januari 2026 11:57

        Swiss bekukan semua aset milik Nicolas Maduro

        Swiss bekukan semua aset milik Nicolas Maduro

        6 Januari 2026 11:45

    • Artikel
        • Opini
        • Buku
        • Sosok
        • Religi
        • Komentar
        Aceh Tamiang dan Keberlanjutan Peradaban Melayu

        Aceh Tamiang dan Keberlanjutan Peradaban Melayu

        19 Desember 2025 18:06

        Warkop, Kabel Rol, Secangkir Kopi : Perjuangan Jurnalis Memberitakan Banjir Aceh

        Warkop, Kabel Rol, Secangkir Kopi : Perjuangan Jurnalis Memberitakan Banjir Aceh

        18 Desember 2025 01:45

        Dari tsunami ke bencana banjir, gajah sumatera datang membantu Aceh

        Dari tsunami ke bencana banjir, gajah sumatera datang membantu Aceh

        9 Desember 2025 20:10

        Penyintas bencana di Aceh Tamiang minum air banjir untuk bertahan hidup

        Penyintas bencana di Aceh Tamiang minum air banjir untuk bertahan hidup

        3 Desember 2025 18:44

        Menguak joki skripsi di perguruan tinggi

        Menguak joki skripsi di perguruan tinggi

        11 Agustus 2024 15:21

        Begini cara merawat kucing berbulu panjang

        Begini cara merawat kucing berbulu panjang

        10 Juni 2022 14:40

        Buku biografi perintis jalan damai Aceh diterbitkan

        Buku biografi perintis jalan damai Aceh diterbitkan

        19 September 2020 15:30

        FKUB nyatakan Aceh provinsi paling toleran

        FKUB nyatakan Aceh provinsi paling toleran

        6 Agustus 2020 19:11

        Asa anak nelayan di ujung negeri lewat sekolah rakyat

        Asa anak nelayan di ujung negeri lewat sekolah rakyat

        15 Juli 2025 21:18

        Mengenang Paus Fransiskus, Reformis yang membelah opini publik

        Mengenang Paus Fransiskus, Reformis yang membelah opini publik

        21 April 2025 17:54

        Mualem Anak Ideologis Hasan Tiro

        Mualem Anak Ideologis Hasan Tiro

        18 Februari 2025 10:30

        Kisah akademisi asal Gaza, pelarian dan harapan

        Kisah akademisi asal Gaza, pelarian dan harapan

        4 Januari 2025 11:33

        Sejarah Masjid Tgk Di Anjong warisan ulama Aceh abad ke-18

        Sejarah Masjid Tgk Di Anjong warisan ulama Aceh abad ke-18

        19 Maret 2025 14:21

        Menyudahi rindu di hari kemenangan

        Menyudahi rindu di hari kemenangan

        3 Mei 2022 11:30

        Menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman dari ketinggian

        Menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman dari ketinggian

        28 April 2022 18:42

        Menjemput Lailatul Qadar

        Menjemput Lailatul Qadar

        28 April 2022 09:30

        Indonesia targetkan gabung ke OECD, apa keuntungannya?

        Indonesia targetkan gabung ke OECD, apa keuntungannya?

        6 Maret 2025 10:18

        Tips sebelum mudik dengan kendaraan pribadi

        Tips sebelum mudik dengan kendaraan pribadi

        31 Maret 2023 11:39

        Tips jaga emosi terjaga selama berpuasa

        Tips jaga emosi terjaga selama berpuasa

        27 Maret 2023 12:33

        Begini cerita tentang Citayam Fashion Week

        Begini cerita tentang Citayam Fashion Week

        27 Juli 2022 13:40

    • Foto
      • FOTO - Banjir Aceh Timur

        FOTO - Banjir Aceh Timur

        Senin, 1 Desember 2025 10:07

        FOTO - Operasi zebra Seulawah Polresta Banda Aceh

        FOTO - Operasi zebra Seulawah Polresta Banda Aceh

        Kamis, 20 November 2025 18:31

        FOTO - Fenomena supermoon di Aceh

        FOTO - Fenomena supermoon di Aceh

        Rabu, 5 November 2025 21:25

        FOTO - Penyerahan SK PPPK Tahap II di Aceh

        FOTO - Penyerahan SK PPPK Tahap II di Aceh

        Senin, 3 November 2025 17:19

        FOTO - Percepat musim tanam padi

        FOTO - Percepat musim tanam padi

        Senin, 3 November 2025 13:15

    • Video
      • 270 mahasiswa STIS terpilih jalankan survei di daerah bencana Aceh

        270 mahasiswa STIS terpilih jalankan survei di daerah bencana Aceh

        Kamis, 15 Januari 2026 21:46

        Huntap siap dibangun di 2,2 hektare lahan hibah di Kecamatan Lapang

        Huntap siap dibangun di 2,2 hektare lahan hibah di Kecamatan Lapang

        Rabu, 14 Januari 2026 22:25

        Kemenko PMK tuntut pemulihan pascabencana berorientasi pada manusia

        Kemenko PMK tuntut pemulihan pascabencana berorientasi pada manusia

        Rabu, 14 Januari 2026 21:04

        Mitigasi abrasi, warga Kuala Cangkoy timbun tanggul secara swadaya

        Mitigasi abrasi, warga Kuala Cangkoy timbun tanggul secara swadaya

        Rabu, 14 Januari 2026 20:59

        Pemerintah jamin kebutuhan 227 KK yang masih mengungsi di Lapang

        Pemerintah jamin kebutuhan 227 KK yang masih mengungsi di Lapang

        Rabu, 14 Januari 2026 20:16

    Cara mukim di Pidie menjaga hutan lewat hukum adat

    Senin, 20 Februari 2023 18:01 WIB

    Cara mukim di Pidie menjaga hutan lewat hukum adat

    Imam Mukim Beungga, Ilyas, (memakai peci) saat menunjukkan kawasan yang akan diusulkan menjadi hutan adat mukim Beungga, di Pidie, Rabu (15/2/2023). (ANTARA/Nurul Hasanah)

    Banda Aceh (ANTARA) - Lembaga adat pemerintahan Mukim di Kabupaten Pidie sudah eksis dari zaman kerajaan Aceh, mereka terus mengambil peran menjaga hutan dengan menerapkan hukum adat.

    Secara kelembagaan, mukim merupakan kesatuan masyarakat hukum di bawah kecamatan yang terdiri atas gabungan beberapa gampong yang mempunyai batas wilayah tertentu yang dipimpin oleh Imum Mukim dan berkedudukan langsung di bawah Camat.

    Dalam hal penjagaan hutan, mukim dibantu oleh pawang uteun atau pawang glee sebagai tokoh lembaga adat hutan. Lalu, ada juga petua seuneubok (lembaga adat perkebunan) dan keujreun blang (lembaga adat persawahan).

    Lembaga adat tersebut masih ada hingga kini dan berperan penting untuk menjaga dan melestarikan hutan dari ancaman pembalakan liar dan aktivitas negatif lainnya. Masyarakat Aceh khususnya di Kabupaten Pidie pun tunduk dengan hukum adat meskipun aturannya tidak tertulis.

    “Aturan adat memang tertulis, tapi ketentuan-ketentuannya dipatuhi sampai sekarang dan tidak ada orang yang berani melanggar, berbeda dengan aturan hukum positif,” kata Imum Mukim Kunyet Pidie, Khalidin.

    Kemudian, Imum Mukim Beungga, Ilyas juga menuturkan bahwa selama ini aturan hukum adat dalam mengelola hutan di kemukiman nya yang membawahi 12 gampong ditaati oleh masyarakat, sehingga tidak ada satupun pohon di kawasan terlarang terutama hutan lindung yang berani ditebang lagi.

    “Itu kita terapkan hutan adat kita di situ, sekarang tidak lagi dia menebang dan ambil rotan di situ,” katanya.

    Aturan adat itu juga ada dituangkan dalam Qanun Mukim Beungga Nomor 1/2014 tentang hasil hutan Non Kayu. Di sana termuat mekanisme pengambilan hasil hutan non kayu yang tujuan akhirnya adalah untuk menjaga keseimbangan hutan.

    Misalnya, pemanfaatan sarang madu berupa pengambilan sarang maksimal 70 persen dari ketersediaan sarang pada satu pohon untuk setiap pengambilan, lalu pemanfaatan rotan berupa pemungutan batang rotan dan hanya dibolehkan yang memiliki ukuran panjang minimal tujuh meter.

    Begitupun halnya dengan Mukim Paloh, masyarakat dalam mengelola hutan harus tunduk dengan hukum adat. Di mana, masyarakat yang ingin membuka kebun harus melapor dan mendapat persetujuan dari Panglima Uteun serta Imum Mukim.

    Secara tidak langsung, kebijakan itu menghindarkan agar masyarakat tidak mengklaim kepemilikan lahan perkebunan secara sepihak. Kemudian, kepemilikan lahannya perkebunan pun dibatasi luasnya. Masing-masing KK hanya dapat memiliki kebun seluas 2 hektare.

    “Kebijakan itu dibuat agar masyarakat yang di desanya tidak ada hutan bisa kebagian lahan,” kata Pawang Uteun (hutan) Ridwan Hamid.

    Akan tetapi, masyarakat adat di tiga mukim di Pidie yaitu Mukim Beungga di Kecamatan Tangse, Mukim Paloh dan Mukim Kunyet di Kecamatan Padang Tiji itu selama ini telah berpartisipasi menjaga keseimbangan hutan lewat hukum adat terkendala dengan status hutan di wilayah kemukiman masing-masing yang belum mendapat pengakuan sebagai wilayah hutan adat dari negara.

    Padahal, pengakuan tersebut penting agar masyarakat adat memiliki kewenangan penuh dalam menjaga hutan tanpa batas waktu sekaligus melestarikan kembali praktik-praktik kearifan lokal yang ada.

    Ketiga mukim tersebut juga telah mengusulkan penetapan hutan adat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejak tahun 2015. Luas hutan adat yang diusulkan di wilayah Mukim Beungga 10.988 hekatre, Mukim Paloh 2.921 hektare, dan Mukim Kunyet 4.106 hektare.

    Inisiasi usulan hutan adat tersebut sebenarnya telah dimulai sekitar tahun 2007 yang juga difasilitasi oleh Jaringan Masyarakat Adat Aceh (JKMA).

    Perjuangan pengusulan tersebut intens dilakukan bahkan Imum Mukim Beungga menyampaikan beberapa kali bolak balik ke Jakarta untuk mengurus penetapan usulan adat tersebut.

    Persyaratan pengusulan hutan adat juga sudah terpenuhi mulai dari penetapan peta kawasan, bahkan tiga mukim juga telah mengantongi persetujuan Surat Keputusan (SK) Bupati Pidie tentang Penetapan Batas Wilayah Mukim pada 2016.

    Namun, SK tersebut tidak berarti apabila belum ada penetapan yang sah dari Kementerian LHK.

    Belakangan diketahui saat diadakan Simposium Nasional yang bertajuk Dilema Masyarakat Hukum Adat oleh Pusat Riset Hukum, Adat, dan Islam (PRHIA) di Universitas Syiah Kuala pada 25-26 Agustus 2022.

    Di mana pengusulan adat di tiga mukim tersebut tersendat karena ada mispersepsi tentang pengelolaan antara desa dengan mukim.

    Kementerian khawatir terhadap potensi konflik wilayah antara Gampong dan Mukim terkait usulan hutan adat mukim di Aceh.

    Untuk menjawab persoalan tersebut, tim peneliti PRHIA yang diketuai Teuku Muttaqin Mansur sudah mengadakan penelitian di tiga mukim tersebut selama dua bulan untuk menjawab keraguan Pemerintah RI terhadap potensi konflik dan mispersepsi antara kewenangan desa dan mukim.

    Ia pun telah menyerahkan hasil kajian kepada KLHK yang diterima langsung oleh Direktur Penanganan Konflik, Tenurial, dan Hutan Adat (PKTHA), Muhammad Said pada 14/2.

    Saat pertemuan itu, Muttaqin juga menjelaskan secara langsung kepada KLHK tentang poin keraguan pemerintah terhadap potensi konflik antara desa dan mukim dalam pengelolaan wilayah adat.

    Kata dia, penguasaan wilayah hutan adat, mukim memiliki wilayahnya sendiri berada di atas lintasan gampong-gampong, pemanfaatan, dan pengelolaannya dapat diberikan kepada masyarakat gampong dalam kawasan mukim.

    Dalam pengelolaan hutan adat yang menjadi keraguan Pemerintah RI, Muttaqin berpendapat bahwa sekalipun ada gampong tidak beririsan dengan hutan, asal gampong tersebut dalam satu mukim, tetap dapat memanfaatkan dan mengelola hutan adat mukim, apalagi praktiknya sudah dilakukan turun temurun.

    "Jadi kecil kemungkinan terjadi konflik antara Gampong dan Mukim," kata Muttaqin.

    Tak hanya itu, masing-masing mukim juga telah membuat Pakta integritas dari semua gampong di wilayah mukim yang juga sudah beberapa kali diperbarui seiring pergantian keuchik (kepala desa).

    Pakta integritas tersebut sudah dilampirkan saat mengusulkan hutan adat berbasis mukim ke KLHK.

    Kini, ketiganya masih menanti pengakuan wilayah hutan adat di kemukiman masing-masing dari negara ini.

    Surat Keputusan (SK) Bupati Pidie tentang Penetapan Batas Wilayah Mukim yang dikeluarkan pada 2016 (ANTARA/HO)


    Janji masyarakat Pidie untuk hutan adat

    Imum Mukim Beungga, Ilyas menyampaikan bahwa masyarakat adat mukim telah berjanji dengan pihak negara terutama dengan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) tidak akan mengubah fungsi hutan usulan hutan adat diterima oleh negara.

    “Kalaupun hutan itu kita tebang, akan kita gantikan dengan pepohonan yang kira-kira umurnya cukup panjang, seperti durian dan nangka. Namun, tidak semua tempat dalam kawasan hutan adat yang akan diambil hasil hutannya,” katanya.

    Di beberapa kawasan hutan tertentu seperti hutan lindung, pihaknya akan melarang mengambil hasil hutan, termasuk sepotong rotan pun tidak diizinkan untuk diambil.

    “Tujuannya adalah untuk menjaga air karena kalau pohonnya ditebang debit air berkurang, menyebabkan longsor, otomatis hutan ini terselamatkan,” ujarnya.

    Begitu pula dengan Imum Mukim Paloh, M Nasir mengharapkan agar hutan adat itu segera ditetapkan. “Hutan itu bukan untuk kami rusak, malah akan kami jaga dan kelola dengan hukum adat,” katanya.

    Keinginannya itu didasari agar masyarakat adat mempunyai kewenangan tertinggi untuk mencegah praktik pembalakan liar yang hutan yang dibekingi oleh oknum terjadi di kawasan hutan di wilayah pemukimannya.

    Selain itu, penetapan itu juga untuk menjaga perekonomian masyarakat gampong di Mukim Paloh yang kawasan hutannya ternyata baru diketahui 2009 diakui sebagai Hutan Tanaman Industri (HTI), luas areanya diperkirakan mencapai 5.000 hektare.

    Ironisnya, kawasan hutan tersebut sudah menjadi perkebunan rakyat yang produktif dan banyak ditanami kakao, pinang, rambutan, durian, dan berbagai macam tanaman lainnya.

    “Kami masukkan wilayah HTI menjadi hutan adat karena seluruh hutan yang ada itu HTI sekarang. Hutan tersebut sudah menjadi perkebunan rakyat dan banyak," ujarnya.

    Padahal, di wilayah yang menjadi HTI tersebut terdapat bukti-bukti peninggalan yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut dijadikan tempat pemukiman sebelum masa penjajahan kolonial Belanda.

    Di kawasan yang menjadi HTI tersebut, ditemukan sekitar 20 kuburan yang batu nisannya diduga milik para bangsawan. Kemudian, ada juga sumur batu tersusun dan ada lesung untuk tumbuk padi.

    Karena itu, ia berharap penetapan hutan adat tersebut bisa dipercepat karena masyarakat butuh lahan untuk aktivitas ekonomi.

    Sementara itu, Peneliti di Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) Universitas Syiah Kuala Teuku Muttaqin Mansur menilai bahwa pengelolaan adat oleh mukim di samping menjaga hutan dari kerusakan juga melestarikan nilai kearifan lokal secara turun temurun.

    “Mempertahankan identitas sejarah itu sebenarnya bagian dari penghormatan kepada negara, justru seharusnya pemerintah berterima kasih karena masih ada nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat,” kata Muttaqin.

    Pewarta: Nurul Hasanah
    Editor : M Ifdhal
    COPYRIGHT © ANTARA 2023

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest
    • print

    Berita Terkait

    Seratusan pesantren di Aceh Timur rusak akibat banjir

    Seratusan pesantren di Aceh Timur rusak akibat banjir

    10 jam lalu

    Objek wisata air panas di Aceh Timur rusak akibat banjir bandang

    Objek wisata air panas di Aceh Timur rusak akibat banjir bandang

    10 jam lalu

    KSP: Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang dapat perhatian khusus

    KSP: Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang dapat perhatian khusus

    10 jam lalu

    Relawan Malaysia salurkan perlengkapan shalat untuk korban banjir Aceh

    Relawan Malaysia salurkan perlengkapan shalat untuk korban banjir Aceh

    11 jam lalu

    Polri layani kesehatan warga terdampak bencana dari pintu ke pintu

    Polri layani kesehatan warga terdampak bencana dari pintu ke pintu

    11 jam lalu

    Komunitas relawan bagikan vitamin untuk anak-anak korban banjir

    Komunitas relawan bagikan vitamin untuk anak-anak korban banjir

    11 jam lalu

    Mantan kadis Bener Meriah divonis dua tahun penjara terkait korupsi tembakau

    Mantan kadis Bener Meriah divonis dua tahun penjara terkait korupsi tembakau

    12 jam lalu

    Bupati Aceh Utara usul revitalisasi 11 ribu hektare sawah ke Mentan

    Bupati Aceh Utara usul revitalisasi 11 ribu hektare sawah ke Mentan

    13 jam lalu

    Terpopuler

    Pemkab Aceh Barat dan MPU larang permainan domino

    Pemkab Aceh Barat dan MPU larang permainan domino

    Pemkab Aceh Barat cari solusi persoalan puluhan honorer tak masuk database BKN

    Pemkab Aceh Barat cari solusi persoalan puluhan honorer tak masuk database BKN

    Warga Nagan Raya meninggal dunia dimangsa Harimau

    Warga Nagan Raya meninggal dunia dimangsa Harimau

    Ini lima tersangka dugaan suap pajak yang ditetapkan usai OTT

    Ini lima tersangka dugaan suap pajak yang ditetapkan usai OTT

    Pemkab Aceh Barat minta masyarakat tidak abaikan peringatan BMKG

    Pemkab Aceh Barat minta masyarakat tidak abaikan peringatan BMKG

    Top News

    • Ini pesan Prabowo untuk siswa Sekolah Rakyat

      Ini pesan Prabowo untuk siswa Sekolah Rakyat

      12 Januari 2026 15:03

    • Ini lima tersangka dugaan suap pajak yang ditetapkan usai OTT

      Ini lima tersangka dugaan suap pajak yang ditetapkan usai OTT

      11 Januari 2026 09:26

    • Aceh kembali perpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026

      Aceh kembali perpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026

      8 Januari 2026 20:10

    • Ini usulan Asosiasi untuk Haji Khusus 2026

      Ini usulan Asosiasi untuk Haji Khusus 2026

      1 Januari 2026 11:16

    • Danantara pastikan hunian layak untuk korban banjir Aceh

      Danantara pastikan hunian layak untuk korban banjir Aceh

      31 Desember 2025 11:14

    Antara News aceh
    aceh.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Daerah
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Sport
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Politik
    • Dunia
    • Artikel
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA