Lhokseumawe (ANTARA) - Puluhan warga Desa Keude Krueng Geukeuh Kecamatan Dewantara Aceh Utara menggelar aksi damai ciptakan lingkungan bersih di Bundaran Tugu Bujang Salim Desa setempat, Selasa (18/8) petang.
Dalam aksi damai bertema "Gampong kamoe koen tong broeh (Desa kami bukan tong sampah)" tersebut turut dihadiri anggota DPRA Komisi V Fakhrurrazi H Cut dan Muspika Kecamatan Dewantara.
Dari pantauan ANTARA, di lokasi terlihat puluhan spanduk yang berisi kata-kata nyeleneh terpampang saat aksi damai ciptakan lingkungan bersih. Salah satunya bertuliskan "berani buang sampah disini, nyawa taruhannya. Dibacok warga jangan salahkan kami".
Kepala Desa Keude Krueng Geukueh Ardi Ilyas mengatakan bahwa aksi ini dilakukan karena masyarakat sudah mulai gerah dengan kondisi sampah yang berserakan dimana-mana. Aksi damai menciptakan lingkungan bersih ini merupakan inisiatif dari pihaknya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hidup bersih.
"Ini merupakan kegiatan sosialisasi dalam menciptakan desa bersih, karena selama ini sangat banyak sampah-sampah berserakan dan juga kiriman sampah dari desa lain. Sehingga kita lakukan konvoi aksi damai ini,"katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini sudah sering dilakukan himbauan-himbauan kepada masyarakat terkait sampah, namun belum juga efektif. Maka oleh karena itu dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mendengar jeritan peserta aksi agar tidak membuang sampah sembarangan lagi.
"Sebelumnya juga kita sudah mencari solusi dengan dinas kebersihan terkait tempat pembuangan sampah (TPS), Alhamdulillah kita sudah sepakat dalam waktu dekat ini solusi tersebut akan terealisasi,"kata Ardi yang juga sebagai Koordinator aksi.
Ia juga menyebutkan bahwa untuk kedepannya pihak pemerintah desa sudah mengagarkan dana dari desa untuk menyediakan dua unit kendaraan pengangkut sampah dan sifatnya berbayar.
"Dengan adanya kendaraan pengangkut sampah, maka kita agar masyarakat sama-sama peduli terhadap keberhasilan lingkungan agar Kota Krueng Geukueh yang menjadi kota central ini dapat menjadi bersih,"katanya.
Sementara itu, anggota DPRA Komisi V Fakhrurrazi H Cut mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh perangkat desa terkait aksi damai menciptakan lingkungan bersih di wilayah Keude Krueng Geukueh. Karena tujuan dari aksi ini adalah agar desa setempat tidak menjadi tempat akhir pembuangan sampah.
"Seperti yang kita ketahui bahwa di daerah ini banyak sampah berserakan, maka dengan aksi kali semoga kedepannya sudah ada tempat khusus untuk pembuangan sampah,"kata Fakhrurrazi yang juga merupakan putra Keude Krueng Geukueh.
Dikatakannya, dengan adanya tempat khusus maka tidak akan terjadi lagi pembuangan sampah yang mengotori desa tersebut. Dengan begitu Desa Krueng Geukueh akan menjadi bersih.
Sebagai wakli rakyat, Fakhrurrazi menyebutkan bahwa ia adalah salah satu warga Desa Keude Krueng Geukueh dan juga sekarang menjabat sebagai anggota parlemen Aceh, dengan adanya aksi ini dirinya akan menampung dan menyahuti aspirasi dari warganya.
"Saya berjanji akan menyahuti tuntutan aksi, apakah dari dana Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun dari dana aspirasi saya, ini bertujuan untuk membangun desa saya agar tidak lagi identitas dengan daerah penuh sampah,"katanya.
Fakhrurrazi menghimbau agar kepada seluruh masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan untuk mari sama-sama menjaga kebersihan karena keberhasilan tersebut merupakan sebagian dari iman.
"Bersih itu sebagian dari iman, jadi kalau membuang sampai sembarangan maka bisa dikatakan tidak beriman. Diharapkan dengan adanya aksi ini maka menjadi solusi terkait sampah di desa ini,"kayanya.
