Meulaboh (ANTARA Aceh) - Seluruh rangkaian perlombaan permainan rakyat yang diselenggarakan pada Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) II tahun 2016 telah tentas secara kompetitive.
Ketua pelaksana harian PKAB Teuku Nofizar di Meulaboh, Rabu, mengatakan, selain menggelar festival budaya, pameran dan Expo sejak 22-31 Agustus 2016, berbagai perlombaan rakyat ikut memeriahkan pelaksanaan PKAB berlangsung.
"Alhamdulillah semua kegiatan perlombaan telah usai, terakhir perlombaan "layang tunang". Malam ini penutupan sekaligus diumumkan pemenang lomba permainan rakyat dan semuanya," katanya saat ditemui di lokasi stand pameran SKPK.
Nofizar yang juga Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Aceh Barat ini menyampaikan, ribuan pengunjung setiap malam memadati arena PKAB di Meulaboh, selain menyaksikan pementasan seni hiburan dan festival budaya, masyarakat juga datang untuk berbelanja.
Perputaran uang selama acara berlangsung cukup tinggi, hal itu terlihat dari setiap pengunjung yang pulang tidak ada dengan tangan kosong, sehingga ivent seperti ini dapat menumbuhkan perekonomian pelaku usaha di daerah itu.
Selain itu sebut Nofizar, berbagai produk kerajinan tangan hasil industri rumah tangga masyarakat Aceh Barat juga membanjir di lapak-lapak penjualan Expo, kondisi ini juga mendorong hadirnya peluang pasar bagi industri-industri kecil masyarakat.
"Malam puncak kemarin itu dapat kita lihat ruang jalan saja sudah sulit dilewati karena begitu padat pengunjung. Dari yang kami lihat bukan hanya warga Aceh Barat, tapi juga dari kabupaten tetangga," sebutnya.
Meskipun selama pelaksanaan PKAB ini pada malam harinya diguyur hujan gerimis, tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk datang, biaya untuk parkir kendaraanpun tergolong tinggi diatas penetapan pemerintah.
Pada PKAB tahun 2016 ini, Pemkab Aceh Barat menampilkan semua potensi kebudayaan lokal serta diisi dengan acara seni hiburan dan Expo, kemudian pameran pembangunan diikuti 75 stand dari 12 kecamatan, SKPK, BUMN, lembaga vertikal.
Rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak pembukaan pada 22 Agustus 2016 yakni, diawali dengan pawai budaya, lomba tari tradisional, kenduri rakyat, karnaval kendaraan hias, Meulaboh, Expo, pameran budaya kecamatan, lapak but jaroe.
Kemudian anugerah budaya, lomba masak tradisional, permainan rakyat, pameran pembangunan, syareh budaya, eksebisi teumpeun seni, Expo rumpun pertanian, Expo ternak, pameran lukisan, baca puisi nusantara serta peluncuran buku Pasie Karam dan 17 buku puisi lainnya.
