"Kenaikan beras ini dikarenakan masyarakat gagal panen, padi tidak ada akibat kemarau panjang, sehingga stok beras di pabrik menipis, sehingga harga terus dinaikkan," kata Hery Maulana salah satu pedagang beras di Kota Banda Aceh, Senin (25/9/2023).
Ia mengatakan harga terus naik sejak Lebaran Idul Fitri sampai sekarang. "Sebelum lebaran lalu beras premium masih harga standar seharga Rp180.000 per sak, sekarang sudah Rp210.000 per sak. Naiknya hampir setiap bulan," ujarnya.
Baca juga: BI prediksi kenaikan harga beras picu inflasi pada September di Aceh
Hery Maulana menduga potensi kenaikan harga beras masih ada dan kemungkinan bisa mencapai harga Rp220.000. Pemicunya adalah momen peringatan Maulid Nabi yang bisa memicu harga beras ikut melonjak karena permintaan yang meningkat.
"Pada bulan maulid ini bisa jadi harga beras mencapai Rp220.000 per sak jika stok beras akan terus menipis, dan yang membutuhkan beras pun semakin banyak," ujarnya.
Pewarta: Redaksi Antara AcehEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026