"Kalau tidak ada tindakan tegas, aturan pemerintah akan terus diinjak-injak. Ini bukan cuma soal harga, tapi soal wibawa negara dan perlindungan terhadap petani,” katanya.
Muazam juga memperingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, masa depan petani sawit di Abdya berada dalam bahaya serius.
“Petani adalah ujung tombak perekonomian daerah. Kalau mereka terus dirugikan, bukan hanya individu yang terdampak, tapi stabilitas ekonomi lokal pun bisa terguncang," ujarnya.
Ia menekankan, kebutuhan petani saat ini bukan hanya sekadar penetapan harga di atas kertas, melainkan implementasi nyata di lapangan.
Baca: Aceh butuh investasi pembangunan industri produk turunan CPO
“Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan. Supaya petani bisa hidup layak dan aturan tidak hanya jadi formalitas,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandri mengaku sudah dihubungi langsung oleh Ketua Apkasindo Kabupaten Abdya terkait permasalahan harga TBS tersebut.
“Memang kemarin saya dihubungi oleh Bang Muazam. Karena saya sedang di luar daerah, saya sampaikan bahwa begitu pulang nanti saya akan segera berkoordinasi dengan pihak Apkasindo Abdya dan dinas terkait,” jelasnya.
Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Sekda Abdya, Rahwadi dalam kesempatan terpisah, meskipun belum sempat duduk bersama secara resmi.
“Insya Allah minggu depan saya sudah kembali ke Abdya dan siap menindaklanjuti hal ini,” pungkas Roni.
Baca: Hasil melimpah, petani di Abdya bagikan kiat sukses pengelolaan kelapa sawit
