Meulaboh (Antaranews Aceh) - Ratusan pelajar Siswa Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengadakan doa bersama dan tahlilan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.
"Kita pernah merasakan gempa tsunami sebagaimana dirasakan saat ini oleh suudara - saudara kita di Palu dan Donggala. Semoga doa kita di-`ijabah` dan keluarga yang ditinggal dapat tabah,"kata salah seorang siswa, Cut Ayu Febri Fitria, di Meulaboh, Selasa.
Para pelajar duduk di atas lantai dengan berlapis koran bekas di halaman sekolah mereka. Doa dipimpin seorang tokoh agama yang diundang khusus untuk kegiatan doa dan zikir bersama dengan guru dan siswa di SMAN 1 Meureubo itu.
Setelah kegiatan doa selesai, pengurus OSIS menentengkan dus sebagai tempat menampung uang yang digalang kepada seluruh peserta yang hadir, selain itu pelajar setempat juga sudah dua hari ini melakukan aksi pengalangan dana kemanusiaan.
"Penggalangan dana di jalan juga dilakukan anak - anak kita, mereka berkepribadian luar biasa sehingga bisa merasakan bagaimana penderitaan saudara - saudara kita yang sedang ditimpa musibah,"tambah Kepala SMAN 1 Meureubo, Muksin.
Dalam arahannya sebelum kegiatan itu dimulai, Muksin, bertutur bahwa penderitaan yang dirasakan oleh korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng, hampir sama sebagaimana yang pernah dirasakan masyarakat Aceh pada 26 Desember 2004.
Malahan, kata dia, kondisi pascabencana di Sulawesi Tengah terlihat lebih buruk, sebab dalam dua hari ini tersiar informasi berita terkait kelaparan, terjadinya penjarahan toko dan logistik sampai menahan pesawat yang mengantarkan bantuan kemanusiaan.
"Artinya, penderitaan saudara - saudara kita di sana mungkin lebih besar daripada yang pernah saya rasakan pascagempa dan tsunami di Aceh. Kita tidak sampai menyandera kendaraan bawa logistik apalagi pesawat meminta untuk evakuasi,"jelasnya.
Menurut Muksin, kebutuhan akan sandang, pangan dan trauma masyarakat di sana bisa dibilang lebih besar, atau barang kali hanya sekadar informasi saja sebab dirinya pun mengaku hanya mengetahui peristiwa demikian lewat tayangan visual televisi.
Ia berharap, upaya penangganan korban gempa dan tsunami serta semburan lumpur di Sulawesi Tengah dapat berjalan baik, kemudian kepada keluarga korban yang ditinggal dapat tabah, iklas dan menerima cobaan tersebut.
Pelajar Aceh Barat doakan korban gempa tsunami Sulteng
Selasa, 2 Oktober 2018 19:14 WIB
Dokumentasi: Sejumlah pasien mendapat perawatan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018). Perawatan di luar gedung rumah sakit tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. (ANTARA FOTO/HO/BNPB Sutopo Purwo Nugroho/pras) (ANTARA FOTO/HO/BNPB Sutopo Purwo Nugroho/pras/)
