Lhokseumawe (Antaranews Aceh) - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengembangkan sektor Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dalam upaya memperluas lapangan kerja dan mempersempit ruang pengangguran.
Sejumlah sektor TKM dimaksud, merupakan kegiatan pelatihan sekaligus pembinaan terhadap warga usia kerja yang belum memiliki pekerjaan, seperti pelatihan reparasi alat perlengkapan rumah tangga dan elektronik, peternakan dan berbagai jenis ketrampilan lainnya yang berbasis kemandirian usaha.
"Sebagai upaya membuka lapangan kerja baru yang berbasis kemandirian, maka upaya yang kita lakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan juga ketrampilan kepada warga yang belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga diharapkan dapat semakin berkembang dan menunjang perekonomian mereka," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Pemkot Lhokseumawe Amiruddin di Lhokseumawe, Rabu.
Upaya pengembangan sektor usaha mandiri telah dilakukan oleh pihaknya sejak 2018.
Bahkan, sebagian peserta pelatihan kerja mandiri tersebut telah membuka usahanya sendiri berbekal keahlian yang dimiliki.
"Peserta pelatihan tenaga kerja mandiri, seperti servis AC, bahkan ada yang sudah membuka usaha sendiri. Begitu juga dengan pelatihan peternakan, ada yang sudah berkembang," kata dia.
Dalam upaya membuka lapangan kerja baru, pihaknya juga akan terus mengembangkan pelatihan terhadap sektor kerja mandiri karena pengembangan sektor tersebut terbukti mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Ia mengatakan pada akhir Desember 2018, pihaknya juga telah mengirim 24 orang untuk pelatihan dan pendidikan kerja di Balai Besar Latihan Kerja di Bekasi.
Mereka terdiri atas delapan orang mengikuti diklat fiber optik, delapan orang reparasi telepon seluler, delapan orang lainnya jaringan komputer.
"Mereka belajar di sana selama 1.5 bulan. Semua biaya selama pelatihan dan akomodasi ditanggung oleh Balai Besar Latihan Kerja Bekasi. Diharapkan ketika selesai mengikuti pelatihan akan membuka lapangan kerja sendiri," kata Amiruddin.
