Meulaboh (ANTARA) - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Nasional Aceh (PNA) menyepakati koalisi bersama untuk mengawal dan menjaga keseimbangan pemerintahan di Kabupaten Aceh Barat selama lima tahun ke depan di lembaga legislatif.
"Koalisi yang kita bentuk ini bukan untuk menyudutkan pemerintahan, tetapi menjaga keseimbangan sekaligus mengawal pemerintah daerah yang saat ini berjalan," kata Ketua Partai Gerindra Kabupaten Aceh Barat Banta Puteh Syam didampingi dua pengurus partai masing-masing Mukhlis BHM dan Abdillah Armia kepada ANTARA, di Meulaboh, Rabu.
Menurut dia, koalisi yang digagas tersebut juga bertujuan untuk mengawal sejumlah program prorakyat sebagaimana yang telah dijanjikan oleh pasangan Bupati H Ramli MS dan Banta Puteh Syam saat maju pada Pilkada 2017 , guna mewujudkan program balas jasa rakyat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
Pihaknya yakin koalisi yang dibangun antara partai nasional besutan Prabowo Subianto dengan PNA yang dikomando oleh Gubernur Aceh (nonaktif) Irwandi Yusuf ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi wakil rakyat di lembaga legislatif di daerah itu.
"Koalisi ini bertujuan melancarkan jalannya roda pemerintahan di Aceh Barat dan mendukung kesejahteraan seluruh komponen masyarakat," kata Banta Puteh.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA Kabupaten Aceh Barat, Irvandi Hatta kepada awak media di Meulaboh mengatakan koalisi yang mereka bangun dengan partai nasional di lembaga DPRK setempat bertujuan untuk mengawal pemerintahan sehingga janji masa kampanye pada tahun 2017 lalu dapat terealisasi dengan baik.
Menurut dia, koalisi tersebut nantinya akan membentuk poros tengah dan bertujuan mendukung program pemerintah daerah yang prorakyat.
"Apabila tidak prorakyat dan merugikan masyarakat, tentu akan kita tolak," kata Irvandi menambahkan.
Pihaknya berharap koalisi yang sudah dibangun itu dapat berjalan selama lima tahun mendatang setelah anggota dewan di DPRK Aceh Barat Periode 2019-2024 resmi dilantik.