• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News aceh
Senin, 5 Januari 2026
Antara News aceh
Antara News aceh
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • BNPB: Korban meninggal bencana Sumatera 1.177 orang per 4 Januari

      BNPB: Korban meninggal bencana Sumatera 1.177 orang per 4 Januari

      9 jam lalu

      Polisi tangkap ayah culik anak kandung sendiri

      Polisi tangkap ayah culik anak kandung sendiri

      9 jam lalu

      Ini yang dilakukan Mendagri percepat pemulihan layanan pascabencana

      Ini yang dilakukan Mendagri percepat pemulihan layanan pascabencana

      3 Januari 2026 13:06

      Ini penekanan Prabowo terhadap bantuan bencana

      Ini penekanan Prabowo terhadap bantuan bencana

      1 Januari 2026 16:42

      Presiden: Pemerintah serius tangani Bencana Sumatera

      Presiden: Pemerintah serius tangani Bencana Sumatera

      1 Januari 2026 16:37

  • Daerah
    • Banda Aceh
    • Aceh Besar
    • Aceh Barat
    • Aceh Jaya
    • Aceh Selatan
    • Aceh Tengah
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
    • Lainnya
    • Aceh Tenggara
    • Kab. Aceh Singkil
    • DPRA
    • Kota Sabang
    • Kota Subulussalam
    • Kota Langsa
    • Kab. Abdya
    • Kab Nagan Raya
    • Pemerintah Aceh
    • Kabupaten Aceh Tamiang
    • Kabupaten Bener Meriah
    • Gayo Lues
    • Kabupaten Pidie
    • Pemkab Bener Meriah
    • Pemkab Simuelu
    • Teknologi
      • Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik

        Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik

        11 Desember 2025 21:34

        Update Bencana Aceh, Suplai listrik jadi kendala utama pemulihan jaringan telekomunikasi

        Update Bencana Aceh, Suplai listrik jadi kendala utama pemulihan jaringan telekomunikasi

        5 Desember 2025 19:20

        Komdigi tegaskan Starlink di lokasi bencana Aceh gratis

        Komdigi tegaskan Starlink di lokasi bencana Aceh gratis

        3 Desember 2025 18:48

        Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana

        Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana

        2 Desember 2025 19:11

        Update Bencana Aceh, Komdigi bantu 20 perangkat starlink

        Update Bencana Aceh, Komdigi bantu 20 perangkat starlink

        1 Desember 2025 15:08

    • Hiburan
      • Perjalanan asmara selebritas 2025, menikah hingga berpisah secara dewasa

        Perjalanan asmara selebritas 2025, menikah hingga berpisah secara dewasa

        25 Desember 2025 15:30

        Pemkab Aceh Barat larang warga rayakan tahun baru, termasuk larang bakar mercon dan tiup terompet

        Pemkab Aceh Barat larang warga rayakan tahun baru, termasuk larang bakar mercon dan tiup terompet

        22 Desember 2025 10:07

        Santri Aceh Besar sisihkan uang jajan untuk bantuan bencana, sempat bingung menyalurkannya

        Santri Aceh Besar sisihkan uang jajan untuk bantuan bencana, sempat bingung menyalurkannya

        13 Desember 2025 15:02

        Tak Mau Seremonial Donasi, Keluarga Besar J99 Corp. Sambangi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang

        Tak Mau Seremonial Donasi, Keluarga Besar J99 Corp. Sambangi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang

        11 Desember 2025 21:26

        Marcella Zalianty semangati pengungsi bencana banjir Aceh di Pidie Jaya

        Marcella Zalianty semangati pengungsi bencana banjir Aceh di Pidie Jaya

        5 Desember 2025 23:48

    • Sport
      • PSSI salurkan bantuan untuk insan sepak bola terdampak bencana

        PSSI salurkan bantuan untuk insan sepak bola terdampak bencana

        1 Januari 2026 20:30

        Usai imbang, Manchester United harus rela berbagi  poin dengan Wolverhampton

        Usai imbang, Manchester United harus rela berbagi poin dengan Wolverhampton

        31 Desember 2025 07:33

        Usai Gol Salah, Mesir melaju16 besar Piala Afrika 2025

        Usai Gol Salah, Mesir melaju16 besar Piala Afrika 2025

        27 Desember 2025 09:40

        Pahlawan dua Piala Eropa Nottingham, John Robertson tutup usia

        Pahlawan dua Piala Eropa Nottingham, John Robertson tutup usia

        26 Desember 2025 08:58

        Persiraja Banda Aceh cukur Sriwijaya FC 5-0, begini jalan pertandingan

        Persiraja Banda Aceh cukur Sriwijaya FC 5-0, begini jalan pertandingan

        25 November 2025 07:32

    • Ekonomi
      • Angkutan bantuan dan relawan dominasi kunjungan ke Aceh

        Angkutan bantuan dan relawan dominasi kunjungan ke Aceh

        2 Januari 2026 17:46

        Capai target, BPMA lifting kondensat 608,5 ribu barel sepanjang 2025

        Capai target, BPMA lifting kondensat 608,5 ribu barel sepanjang 2025

        31 Desember 2025 14:18

        Tutup tahun, Emas UBS dan Galeri24 anjlok

        Tutup tahun, Emas UBS dan Galeri24 anjlok

        31 Desember 2025 07:29

        Ini alokasi anggaran untuk daerah bencana

        Ini alokasi anggaran untuk daerah bencana

        30 Desember 2025 20:05

        Bank Aceh siapkan relaksasi pembiayaan KUR/UMKM terdampak bencana

        Bank Aceh siapkan relaksasi pembiayaan KUR/UMKM terdampak bencana

        29 Desember 2025 13:06

    • Kesehatan
      • Melintas jalan tol, ini yang perlu dihindari pengemudi

        Melintas jalan tol, ini yang perlu dihindari pengemudi

        29 Desember 2025 09:23

        Istri donorkan ginjal untuk suami yang sakit, operasi berhasil di RSUDZA Banda Aceh

        Istri donorkan ginjal untuk suami yang sakit, operasi berhasil di RSUDZA Banda Aceh

        22 Desember 2025 18:39

        Update Bencana Aceh, 366 puskesmas sudah berfungsi lagi

        Update Bencana Aceh, 366 puskesmas sudah berfungsi lagi

        20 Desember 2025 12:46

        Dinkes Aceh waspadai penyakit menular di titik pengungsian

        Dinkes Aceh waspadai penyakit menular di titik pengungsian

        19 Desember 2025 19:57

        Kemenkes kembali lepas relawan kesehatan hingga psikolog ke Aceh

        Kemenkes kembali lepas relawan kesehatan hingga psikolog ke Aceh

        19 Desember 2025 17:15

    • Politik
      • Sebanyak 81 WNA dideportasi dari Aceh

        Sebanyak 81 WNA dideportasi dari Aceh

        2 Januari 2026 18:09

        Imigrasi terbitkan 88.954 ribu paspor di Aceh

        Imigrasi terbitkan 88.954 ribu paspor di Aceh

        31 Desember 2025 18:52

        Wagub Aceh ajak semua pihak jaga kekompakan jauhkan arogansi

        Wagub Aceh ajak semua pihak jaga kekompakan jauhkan arogansi

        26 Desember 2025 12:16

        KPK cek informasi dugaan suap dari ayah Bupati Bekasi

        KPK cek informasi dugaan suap dari ayah Bupati Bekasi

        24 Desember 2025 14:05

        Percepat pemulihan, Jhonlin Group kirim 16 alat berat ke Aceh

        Percepat pemulihan, Jhonlin Group kirim 16 alat berat ke Aceh

        24 Desember 2025 14:01

    • Dunia
      • Spanyol tolak intervensi yang langgar hukum internasional di Venezuela

        Spanyol tolak intervensi yang langgar hukum internasional di Venezuela

        9 jam lalu

        Ini Posko yang dibuka RSPPN dan TNI di Aceh Tamiang

        Ini Posko yang dibuka RSPPN dan TNI di Aceh Tamiang

        13 jam lalu

        AS kini kendalikan masa depan Venezuela

        AS kini kendalikan masa depan Venezuela

        13 jam lalu

        Basarnas evakuasi 17 warga terjebak banjir

        Basarnas evakuasi 17 warga terjebak banjir

        3 Januari 2026 13:08

        PBB: Jakarta kota terbesar di dunia, Tokyo turun ke posisi tiga

        PBB: Jakarta kota terbesar di dunia, Tokyo turun ke posisi tiga

        1 Januari 2026 12:14

    • Artikel
        • Opini
        • Buku
        • Sosok
        • Religi
        • Komentar
        Aceh Tamiang dan Keberlanjutan Peradaban Melayu

        Aceh Tamiang dan Keberlanjutan Peradaban Melayu

        19 Desember 2025 18:06

        Warkop, Kabel Rol, Secangkir Kopi : Perjuangan Jurnalis Memberitakan Banjir Aceh

        Warkop, Kabel Rol, Secangkir Kopi : Perjuangan Jurnalis Memberitakan Banjir Aceh

        18 Desember 2025 01:45

        Dari tsunami ke bencana banjir, gajah sumatera datang membantu Aceh

        Dari tsunami ke bencana banjir, gajah sumatera datang membantu Aceh

        9 Desember 2025 20:10

        Penyintas bencana di Aceh Tamiang minum air banjir untuk bertahan hidup

        Penyintas bencana di Aceh Tamiang minum air banjir untuk bertahan hidup

        3 Desember 2025 18:44

        Menguak joki skripsi di perguruan tinggi

        Menguak joki skripsi di perguruan tinggi

        11 Agustus 2024 15:21

        Begini cara merawat kucing berbulu panjang

        Begini cara merawat kucing berbulu panjang

        10 Juni 2022 14:40

        Buku biografi perintis jalan damai Aceh diterbitkan

        Buku biografi perintis jalan damai Aceh diterbitkan

        19 September 2020 15:30

        FKUB nyatakan Aceh provinsi paling toleran

        FKUB nyatakan Aceh provinsi paling toleran

        6 Agustus 2020 19:11

        Asa anak nelayan di ujung negeri lewat sekolah rakyat

        Asa anak nelayan di ujung negeri lewat sekolah rakyat

        15 Juli 2025 21:18

        Mengenang Paus Fransiskus, Reformis yang membelah opini publik

        Mengenang Paus Fransiskus, Reformis yang membelah opini publik

        21 April 2025 17:54

        Mualem Anak Ideologis Hasan Tiro

        Mualem Anak Ideologis Hasan Tiro

        18 Februari 2025 10:30

        Kisah akademisi asal Gaza, pelarian dan harapan

        Kisah akademisi asal Gaza, pelarian dan harapan

        4 Januari 2025 11:33

        Sejarah Masjid Tgk Di Anjong warisan ulama Aceh abad ke-18

        Sejarah Masjid Tgk Di Anjong warisan ulama Aceh abad ke-18

        19 Maret 2025 14:21

        Menyudahi rindu di hari kemenangan

        Menyudahi rindu di hari kemenangan

        3 Mei 2022 11:30

        Menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman dari ketinggian

        Menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman dari ketinggian

        28 April 2022 18:42

        Menjemput Lailatul Qadar

        Menjemput Lailatul Qadar

        28 April 2022 09:30

        Indonesia targetkan gabung ke OECD, apa keuntungannya?

        Indonesia targetkan gabung ke OECD, apa keuntungannya?

        6 Maret 2025 10:18

        Tips sebelum mudik dengan kendaraan pribadi

        Tips sebelum mudik dengan kendaraan pribadi

        31 Maret 2023 11:39

        Tips jaga emosi terjaga selama berpuasa

        Tips jaga emosi terjaga selama berpuasa

        27 Maret 2023 12:33

        Begini cerita tentang Citayam Fashion Week

        Begini cerita tentang Citayam Fashion Week

        27 Juli 2022 13:40

    • Foto
      • FOTO - Banjir Aceh Timur

        FOTO - Banjir Aceh Timur

        Senin, 1 Desember 2025 10:07

        FOTO - Operasi zebra Seulawah Polresta Banda Aceh

        FOTO - Operasi zebra Seulawah Polresta Banda Aceh

        Kamis, 20 November 2025 18:31

        FOTO - Fenomena supermoon di Aceh

        FOTO - Fenomena supermoon di Aceh

        Rabu, 5 November 2025 21:25

        FOTO - Penyerahan SK PPPK Tahap II di Aceh

        FOTO - Penyerahan SK PPPK Tahap II di Aceh

        Senin, 3 November 2025 17:19

        FOTO - Percepat musim tanam padi

        FOTO - Percepat musim tanam padi

        Senin, 3 November 2025 13:15

    • Video
      • Pidie Jaya butuh 1.500 huntara untuk tampung korban bencana

        Pidie Jaya butuh 1.500 huntara untuk tampung korban bencana

        Minggu, 4 Januari 2026 23:48

        Siswa di Pidie Jaya terima perlengkapan sekolah bantuan dari Presiden

        Siswa di Pidie Jaya terima perlengkapan sekolah bantuan dari Presiden

        Minggu, 4 Januari 2026 16:36

        Genjot perbaikan jembatan Burni Bius, libatkan 30 prajurit TNI

        Genjot perbaikan jembatan Burni Bius, libatkan 30 prajurit TNI

        Sabtu, 3 Januari 2026 23:05

        Mesin air bersih Kemhan segarkan dahaga pengungsi di Aceh Tengah

        Mesin air bersih Kemhan segarkan dahaga pengungsi di Aceh Tengah

        Jumat, 2 Januari 2026 23:50

        Sebulan pascabanjir, jembatan Burlah di Aceh Tengah siap dibangun lagi

        Sebulan pascabanjir, jembatan Burlah di Aceh Tengah siap dibangun lagi

        Jumat, 2 Januari 2026 23:02

    Kebakaran hutan, "bencana terjadwal" yang seharusnya tak terjadi

    Rabu, 18 September 2019 11:12 WIB

    Kebakaran hutan,

    Petani Bulungan bantah bakar lahan, mereka gunakan racun rumput dan mandau (ANTARA/Iskandar Zulkarnaen)

    Tanjung Selor (ANTARA) - Berbeda dengan bencana alam lain, misal letusan gunung api, atau gempa tektonik bawah laut yang menyebabkan tsunami, maka hakikatnya musibah kebakaran hutan dan kabut asap seharusnya lebih mudah diantisipasi dan ditangani.

    Pasalnya, bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap adalah "musibah terjadwal", yakni hanya terjadi pada musim kemarau.

    Berbeda dengan bencana gempa akibat letusan gunung api dan tektonik tidak bisa diprediksi secara tepat meskipun di era kemajuan zaman serba canggih saat ini.

    Jika menengok ke belakang, bencana kebakaran hutan diikuti bencana kabut asap di Indonesia berulang kali terjadi, salah satu terparah misalnya pada 1982, 1992, 1998, dan sejak 2000-an hampir rutin setiap tahun.

    Penjelasan beberapa pengamat lingkungan, terjadi fenomena siklus kemarau panjang sehingga rawan terjadi karhutla bukan lagi 10-an atau lima tahunan tetapi nyaris setiap tahun.

    Apakah siklus kian cepat tersebut dampak pemanasan global atau kian terbuka hutan, belum ada kajian tentang hal itu.

    Tidak perlu jauh ke belakang, jika membuka data, Indonesia pada 2014 dan 2015 juga kerepotan mengatasi bencana karhutla.

    Tepat September 2015, "bencana alam terjadwal" kabut asap menimbulkan dampak ekonomi merugikan lebih dari Rp20 triliun.

    Saat itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan kerugian akibat kabut asap 2014 --tiga bulan dari Februari sampai April-- hanya dari Provinsi Riau Rp20 triliun.

    Sedang 2015 kerugian lebih dari Rp20 triliun karena kejadian di beberapa provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

    Bagaimana dengan 2019, terlihat cakupan lebih luas karena untuk Kalimantan hampir semua provinsi "membara" meski ada provinsi yang terdeteksi puluhan hot spot (titik panas) tapi ada hanya beberapa hot spot.

    Perhitungan ekonomi tersebut berdasar pada angka produk domestik regional bruto (PDRB) bulanan masing-masing provinsi.

    Kemudian membandingkan jumlah regulernya dengan pemasukan provinsi pada bulan-bulan terjadi kabut asap.

    Pembatalan penerbangan, termasuk pelayaran menjadi faktor utama yang menghantam roda perekonomian yang dirasakan langsung rakyat.

    Belum kerugian lain, misalnya dampak bagi kesehatan, serta kerugian lingkungan akibat kerusakan ekosistem hutan Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia.

    Bagi hutan sekunder, butuh 50 tahun memulihkan kondisinya akibat Karhutla, namun bagi hutan primer butuh 100 tahun serta belum tentu sama dengan kondisi awal.


    Ketahanan Hutan

    Pertengahan September 2019, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada 12 titik panas di Kalimantan Utara (Kaltara).

    Titik panas terbanyak di Kalteng, Kalsel, Kalbar dan sebagian di Ibu Kota Negara (IKN) baru Kaltim masing-masing puluhan titik panas.

    Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Agus Wibowo dalam rilis 16 Agustus 2019 menyebutkan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai titik api terbanyak.

    Hal itu merujuk pada hasil analisis data titik api menggunakan situs fires.globalforestwatch.org

    Data tersebut mencatat jumlah titik api seluruh Indonesia dari 1 Agustus sampai 14 September 2019 adalah 151.862 titik, terbanyak di Kalteng.

    Pertanyaannya, mengapa provinsi lain di Kalimantan membara dan menimbulkan bencana kabut asap, maka jarak pandang di Kaltara lebih dari 3 Km (masih rekomendasi untuk keselamatan penerbangan).

    Jawaban logisnya, hutan heart of Borneo
    (Kalimantan bagian utara, Malaysia dan Brunei) masih lumayan bagus, tidak separah provinsi lain.

    Hutan atau pepohonan yang lebat menyerap efektif polutan yang menyebabkan polusi udara.

    Sebaliknya hutan yg sudah terbuka sudah tidak memiliki ketahanan terhadap ancaman kebakaran, akibat lantai hutan tidak lembab lagi.

    Lantai hutan yang terbuka ibarat sekam menanti pemetik api saat kemarau.

    Guna menjaga ketahanan hutan terhadap api maka moratorium izin sawit harus terus dilanjutkan dibarengi dengan program reboisasi (penghijauan), rehabilitasi (menanam kembali) dan reklamasi (menutup bekas galian tambang).


    Harus miliki peta jalan

    Pengamat kehutanan yang juga Ketua Yayasan Pionir Bulungan Syamsu menyatakan bahwa pencegahan kebakaran hutan semestinya bisa dilakukan dengan memutus atau menghentikan tindakan pelaku pemicu terjadinya api dan mengurangi/membatasi tersedianya bahan bakar potensial.

    Itu penting dilakukan, mengingat pemicu api karena tiga faktor, yakni tersedianya bahan bakar potensial, tersedianya oksigen, dan tersedia pemetik api.

    Saran dia, agar stake holder (pemangku kepentingan), jangka pendek dalam mengantisipasi musibah, harus memiliki perencanaan mitigasi karhutla.

    Pasalnya, perencanaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menentukan kebijakan yang akan dilaksanakan.

    Perencanaan juga dapat menjadi pedoman dalam setiap langkah kegiatan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat.

    Bukan berencana dan bertindak jika ada musibah. Terbukti alokasi dana, peralatan dan sumber daya manusia selalu jadi kendala setiap ada musibah.

    Untuk jangka panjang, pemerintah harusnya memiliki peta jalan (roadmap) untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan yang dalam penyusunannya melibatkan semua pemangku kepentingan terutama pelibatan masyarakat, tokoh adat, kelompok perempuan, LSM, dan swasta.

    Tujuannya, agar implementasi peta jalan yang disusun dapat dipahami dan dilaksanakan semua pihak.

    Yayasan Pionir Bulungan, pernah berinisiasi melakukan kegiatan lokakarya penyusunan peta jalan yang salah satunya adalah mengenai mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bulungan 2018

    Sayangnya, hal itu belum ditindaklanjuti untuk penyempurnaannya dan belum menjadi dokumen resmi.

    Langkah-langkah yang harus segara diambil agar kebakaran tidak meluas di antaranya, meningkatkan komunikasi dan koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan dari kecamatan hingga desa.

    Kegiatan pengawasan melalui kegiatan patroli lapangan dan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

    Kegiatan lain, membuat surat edaran pelarangan pembakaran lahan untuk tujuan tidak jelas atau pembakaran lahan untuk membersihkan lahan yang tidak terurus, memperbanyak papan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan menyiagakan masyarakat desa siaga api untuk pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Tidak cukup imbauan atau sosialisasi tentang larangan membakar lahan, namun lakukan penghentian tindakan pemicu api dengan penegakan hukum.

    Terakhir, Pionir Bulungan menyarankan tentang pentingnya pendataan kepemilikan lahan.


    Pihak diuntungkan

    Tampaknya, saran tentang pendataan kepemilikan lahan cukup krusial meski hakikatnya semua data ada di meja kementerian terkait di Jakarta.

    Faktanya, hampir semua kawasan hutan dan lahan sebenarnya sudah terpetakan peruntukannya hingga kepemilikannya.

    Misalnya peta kawasan budi daya kehutanan (KBK) dan kawasan budi daya non kehutanan (KBNK).

    Bahkan, peta kepemilikan lahan untuk perhutanan, perkebunan, pertambangan, industri, dan transmigrasi sudah lengkap di Jakarta.

    Tinggal membuka peta satelit akan terlihat kawasan "milik siapa" yang terbakar.

    Pemilik lahan harus ikut diminta pertanggungjawabannya bukan hanya menuding peladang.

    Saat membicarakan bisnis terjadi tumpang tindih lahan dan saling klaim, namun saat bencana karhutla semua sembunyi dan menuding warga sebagai pembakar lahan.

    Masalah penguasaan (kepemilikan) itu yang kadang menjadi persoalan, yakni menghambat pembangunan daerah, misalnya yang kini dirasakan Kabupaten Tana Tidung (KTT), salah satu daerah di Kaltara.

    Hampir seluruh wilayahnya termasuk konsesi kehutanan (KBK) yang dikuasai Inhutani.

    Pemkab KTT dan Pemprov Kaltara mengalami hambatan dalam membangun daerahnya.

    Di peta, sebagian besar KTT masih dinyatakan kawasan kehutanan, termasuk di kawasan, tempat kantor-kantor milik Pemkab berdiri kini.

    Pertanggungjawaban pemilik lahan penting, mengingat hakikatnya yang sangat berkepentingan membakar lahan adalah pengusaha bukanlah petani.

    Faktanya sebagian petani yang ditemui di Desa Antutan dan Desa Pimping membantah bakar lahan, Sabtu (14/9).

    Mereka terlihat membuka lahan dengan racun rumput, mandau atau mesin rumput.

    Lahan-lahan yang mereka buka adalah bekas ladang yang mereka buka beberapa tahun sebelumnya, yakni tradisi bertanam "gilir balik" dengan dengan luas paling besar dua hektare.

    Jadi dengan beberapa anggota keluarga mereka tidak perlu pembakaran untuk membersihkan dua hektar lahannya yang masih berupa semak itu.

    Berbeda dengan lahan milik pengusaha perkebunan, mengingat di kawasan itu masih tersisa pohon-pohon, sehingga cara termurah dan termudah untuk land clearing adalah pembakaran.

    Diperkirakan untuk membersihkan lahan (land clearing) milik perusahaan secara manual maka butuh Rp10 juta per hektare untuk sewa alat berat, gaji operator dan BBM.

    Sedang dengan cara pembakaran, tinggal menggaji orang suruhan bermodal satu botol minyak tanah bisa membuka membersihkan puluhan hingga ratusan hektare lahan dengan cepat.

    Jika, hukum tajam ke pengusaha --pemilik lahan terbakar-- maka setidaknya sudah menyentuh satu akar masalah dalam mengatasi bencana karhutla.*


    Kebakaran hutan di Kaltara (ANTARA/Iskandar Zulkarnaen)

    Pewarta: Iskandar Zulkarnaen
    Uploader : Salahuddin Wahid
    COPYRIGHT © ANTARA 2019

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest
    • print

    Berita Terkait

    Pemerhati: Pelibatan masyarakat kawasan hutan cegah Karhutla

    Pemerhati: Pelibatan masyarakat kawasan hutan cegah Karhutla

    24 Agustus 2025 21:43

    Cegah karhutla, ini dilakukan BPBD Aceh Besar

    Cegah karhutla, ini dilakukan BPBD Aceh Besar

    6 Agustus 2025 18:03

    Menhut sentil gubernur yang masih izinkan buka lahan dengan dibakar

    Menhut sentil gubernur yang masih izinkan buka lahan dengan dibakar

    28 Juli 2025 13:31

    Menteri LHK klaim Karhutla dan deforestasi menurun drastis

    Menteri LHK klaim Karhutla dan deforestasi menurun drastis

    29 September 2024 17:52

    Pemkab Aceh Selatan imbau masyarakat waspada karhutla

    Pemkab Aceh Selatan imbau masyarakat waspada karhutla

    1 Agustus 2024 17:54

    Intensitas karhutla di Aceh meningkat di 2024, capai 3,09 ribu hektare

    Intensitas karhutla di Aceh meningkat di 2024, capai 3,09 ribu hektare

    29 Juli 2024 11:27

    Polda Aceh ingatkan masyarakat tidak bakar hutan dan lahan

    Polda Aceh ingatkan masyarakat tidak bakar hutan dan lahan

    14 Maret 2024 18:25

    PT Kalista Alam bayar ganti rugi kebakaran lahan Rp57 miliar, tersisa 50 persen

    PT Kalista Alam bayar ganti rugi kebakaran lahan Rp57 miliar, tersisa 50 persen

    29 September 2023 11:46

    Terpopuler

    Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh mengundurkan diri, ada apa?

    Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh mengundurkan diri, ada apa?

    Kenapa jangan ke Pasar Tanah Abang  pada Tahun Baru?

    Kenapa jangan ke Pasar Tanah Abang pada Tahun Baru?

    Polres Nagan Raya tahan truk diduga angkut BBM ilegal

    Polres Nagan Raya tahan truk diduga angkut BBM ilegal

    Dua proyek jalan di Abdya molor, PUPR tambahkan waktu dan denda

    Dua proyek jalan di Abdya molor, PUPR tambahkan waktu dan denda

    Motif pembunuhan di Aceh Timur terungkap, pelaku sakit hati

    Motif pembunuhan di Aceh Timur terungkap, pelaku sakit hati

    Top News

    • Ini usulan Asosiasi untuk Haji Khusus 2026

      Ini usulan Asosiasi untuk Haji Khusus 2026

      1 Januari 2026 11:16

    • Danantara pastikan hunian layak untuk korban banjir Aceh

      Danantara pastikan hunian layak untuk korban banjir Aceh

      31 Desember 2025 11:14

    • Kenapa jangan ke Pasar Tanah Abang  pada Tahun Baru?

      Kenapa jangan ke Pasar Tanah Abang pada Tahun Baru?

      29 Desember 2025 09:33

    • 11 kabupaten kota di Aceh perpanjang status tanggap darurat bencana

      11 kabupaten kota di Aceh perpanjang status tanggap darurat bencana

      25 Desember 2025 19:18

    • Basarnas: Operasi pencarian korban bencana di Aceh dihentikan

      Basarnas: Operasi pencarian korban bencana di Aceh dihentikan

      25 Desember 2025 19:17

    Antara News aceh
    aceh.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Daerah
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Sport
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Politik
    • Dunia
    • Artikel
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA
    notification icon
    Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com