Kamis, 19 Oktober 2017

Usai perbaikan KMP ''Tanjung Burang'' kembali rusak

id sabang, kapal kmp tanjung burang
Usai perbaikan KMP ''Tanjung Burang'' kembali rusak
ilustrasi - KMP Teluk Singkil yangbersandar di pelabuhan Penyeberangan Singkil sedang menjalani perbaikan. (ANTARA Aceh / Khairuman)
Sabang (ANTARA Aceh) - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) "Tanjung Burang" yang baru saja selesai perbaikan di galangan kapal PT Dok Perkapalan Kodja Bahari Sabang kembali rusak dan tidak diizinkan belayar Sabang - Banda Aceh, Selasa.

"Pagi tadi Kapal Tanjung Burang berlayar dari Banda Aceh-Sabang dan saat tiba di Sabang terjadi kerusakan pada bagian mesin dan pihak Syahbandar tidak mengizinkan kapal tersebut berlayar dari Sabang tujuan Banda Aceh," kata Kepala UPTD Pelabuhan Balohan Sabang Abdurrani di Pelabuhan Balohan, Selasa.

KMP Tanjung Burang dua bulan lalu masuk ke galangan kapal PT Dok Perkapalan Kodja Bahari Sabang dan usai perbaikan kapal tersebut pada tanggal 27 September melayani palayaran perdananya dari Sabang tujuan Banda Aceh dan sebaliknya.

"Kapal ini baru seminggu melayani pelayaran dari Sabang - Banda Aceh dan hari ini sudah rusak lagi, maklum orang sudah tua meskipun baru keluar rumah sakit pasti masuk rumah sakit lagi," kata Abdurrani.

Salah seorang petugas di kamar mesin Kapal Tanjung Burang yang dijumpai di atas kapal tersebut enggan memberikan komentar terkait rusaknya kapal tersebut.

Kepala Syahbandar Kelas V Kota Sabang Adi Surya melalui petugasnya Jumsari di Pelabuhan Balohan Sabang mengakui, KMP Tanjung Burang terjadi kerusakan di bagian mesin.

"Ya ada kesurakan dibagian mesin, makanya tidak diizinkan berlayar," katanya singkat.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRK Sabang Ferdiansyah meminta kepada pihak PT ASDP untuk mengganti KMP Tanjung Burang yang selama ini melayani pelayaran Banda Aceh-Sabang, dan sebaliknya demi keselamatan pengguna jasa transportasi laut.

"KMP Tanjung Burang sangat sering rusak dan kami minta Menteri Perhubungan dan pihak PT ASDP untuk menggantikan kapal tersebut sesegera mungkin," pintanya.

Ia mengakui sudah menyampaikan langsung ke Kemenhub maupun pihak pengelolaan penyeberagan terbesar di Indonesia yakni PT Angkutan Sungai Danau Penyeberagan (ASDP) Ferry (Perseroan).

"Sejarah mencatat di Sabang tahun 1996 pernah tenggelam KMP Gurita dan menelan banyak korban jiwa, dan kita berharap hal serupa tidak terjadi lagi, solusinya adalah pemerintah bersama ASDP segera memberikan kapal lainnya yang lebih baik serta cocok melayani pelayaran Sabang - Banda Aceh dan sebaliknya," katanya.

Ferdiansyah juga menyatakan, KMP Tanjung Burang sangat sering terjadi kerusakan di pintu (rampdoor) dan yang sangat fatal adalah kapal tersebut pernah beberapa kali gagal berlayar karena terjadi kerusakan di rampdoor serta bagian mesin.

"Kerusakan seperti ini bisa berdampak fatal, selain itu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) kapal ini juga tidak memiliki ruangan yang memadai, ruang VIP saja fasilitasnya terlihat kumuh, mushala terbatas, kamar mandi tidak memadai," ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dari laporan DPRK tersebut Kemenhub meminta Pemerintah Kota Sabang segera menyurati pihaknya dan kendati tidak diganti Pemerintah Pusat berjanji akan memperbaiki kapal tersebut.

"Kemenhub minta Pemko Sabang mengirim surat, dan Kemenhub berjanji jika tidak ada kapal lainnya, kapal tersebut segera diperbaiki," kutibnya.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga