"Saya suka main gim dari dulu. Tapi baru kepikiran buat nyari uang dari gim waktu kuliah pas butuh uang tambahan buat biaya hidup,” katanya.
Bagi Alham, pekerjaan ini jalan cepat untuk mendapatkan cuan. Modalnya pun tidak besar, hanya butuh ponsel pintar dan paket internet. Terlebih lagi, penghasilannya yang didapatkan sangat menjanjikan asalkan ditekuni dengan serius.
“Pendapatannya lumayan setiap minggu bisa dapat Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Kebutuhan sehari-hari pasti tercukupi, tergantung situasi, seberapa banyak kustomer yang kita dapat,” katanya.
Alham menjelaskan bahwa sistem tarif yang ditetapkan kepada penyewa jasa sangat fleksibel berdasarkan performa joki. Misalnya, jika dalam kesepakatan, ia harus menaikkan 10 level dalam dua hari dengan bayaran Rp20 ribu, tetapi hanya mampu naik 5 level, maka bayarannya otomatis dikurangi.
Baca: Psikolog: Game kekerasan bisa pengaruhi mental remaja, perlu pengawasan orang tua
“Itu contoh saja ya. Tapi memang harus transparan. Karena kita jual jasa, bukan janji kosong,” katanya.
Meski tarifnya fleksibel dan pekerjaannya tampak sederhana, bahkan terlihat seperti sekadar bermain, ia menjalankan pekerjaan ini layaknya profesional. Ia tak bekerja sendirian. Di balik layar, ada tim kecil yang saling berbagi peran. Seorang admin bertugas mencari penyewa jasa. Lalu, giliran Alham yang menyelesaikan misi sesuai permintaan pelanggan.
Selain itu, dia juga terus mengasah kemampuan. Alham sering menghabiskan waktu berjam-jam menelusuri permainan, mengulang misi, dan mencari material langka untuk meningkatkan keterampilannya dalam gim.
