Rabu, 20 September 2017

Pemerintah telah mengeruk Kuala Gabi di Singkil

id aceh singkil, pemkab, kuala gabi
Pemerintah telah mengeruk Kuala Gabi di Singkil
Logo Pemkab Aceh Singil (istimewa)
Singkil (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah mengeruk Kuala Gabi yang mengalami pendangkalan sejak lima bulan lalu, sehingga pelayaran di seputaran Pelabuhan Syahbandar Pulau Sarok, kini sudah mulai lancar dilintasi kapal boat nelayan.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Edi Hartono kepada wartawan di Singkil, Rabu mengatakan, alur pelayaran di Kuala Gabi sudah aman dilintasi boat nelayan yang hendak berlayar ke samudra atau kapal penumpang rute Singkil-Pulau Banyak.

"Alhamdulillah permasalahan dangkalnya alur lintas pelayaran di Kuala Gabi sudah selesai dalam tempo tiga pekan, karena sifat pengerjaannya darurat tidak sesempurna yang kita inginkan," ujarnya.

Pengerjaan itu, kata Edi, dikerjakan oleh sejumlah rekanan dengan cara dikeruk mencapai kedalaman lima meter dengan alat berat dibantu dua unit boat khusus landasan alat berat excavator di sejumlah titik yang sudah ditentukan.

"Pengerjaannya bersumber dari dana tanggap darurat Rp400 juta tahun anggaran 2017. Jadi untuk tahun 2018 penanganannya tetap dilanjutkan, namun leading sektornya pihak Dinas Pekerjaan Umum," kata Edi.

Kemudian Edi juga menyatakan di alur pelayaran Kuala Gabi yang telah dikeruk akan diberi rambu-rambu penanda untuk memudahkan nakhoda boat nelayan melintas dan menghindari rawan kecelakaan.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait pelabuhan Syahbandar dampak dangkalnya Kuala Gabi, Edi Hartono mengatakan sejauh ini belum ada kendala.

"Pihak Syahbandar belum pernah mengeluhkan akan hal itu," ungkapnya.

Edi juga mengatakan sejumlah fasilitas infrastruktur yang terkait dengan Dinas Perhubungan juga telah diajukan untuk direhab kembali seperti kerusakan tembok pengaman di seputaran Pelabuhan Intersuler Fery ASDP,  jeti atau tanggul pantai yang telah mengalami kerusakan.

"Sudah kita rencanakan pembangunannya dengan aggaran Rp2 miliar," kata Edi.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga