Rabu, 20 September 2017

Tari saman 10.001 pecahkan rekor Muri

id gayo lues, tari saman, muri
Tari saman 10.001 pecahkan rekor Muri
Ribuan penari tampil pada pagelaran tari tradisional Saman massal di stadion Seribu Bukit, Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (13/8/2017). Pagelaran Tari Saman telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda itu diikuti 12.262 peserta dari berbagai komponen masyarakat termasuk PNS, aparat TNI/Polri. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Blangkejeren (ANTARA Aceh) - Tari Saman 10.001 yang berlangsung di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Minggu.

Perwakilan MURI, Andre Purwandono di Blangkejeren menyebutkan jumlah peserta tari saman sebanyak 12.262 orang atau melebihi dari yang ditergetkan sebanyak 10.001 penari.

"Seni budaya seperti ini sangat dinantikan oleh segenap bangsa Indonesia karena Tari Saman merupakan warisan asli bangsa Indonesia yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama," katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah menghitung jumlah penari yang ikut andil bagian pada pergelaran saman yang berlangsung di Blangkejeren tersebut dan peserta yang ikut melebihi dari yang telah ditargetkan.

MURI memberikan penghargaan kepada Kabupaten Gayo Lues yang diterima langsung oleh Bupati setempat Ibnu Hasim atas rekor pergelaran Tari Saman oleh penari terbanyak.

Ia mengatakan pergelaran tari saman oleh penari terbanyak yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan nomor rekor 8022.

Penampilan Tari Saman 10.001 yang berlangsung di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues menghipnotis penonton yang memadati Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren.

Para penari yang memperlihatkan kebolehannya dihadapan seluruh penonton tersebut berasal dari 145 gampong/kampung di Gayo Lues, Satuan Kerja Perangkat Kabupaten dan juga enam kabupaten tetangga.

Pergelaran Tari saman 10.001 dihadiri langsung Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi dan sejumlah DPR asal Aceh.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga