Kamis, 19 Oktober 2017

Waspadai penipuan CPNS

id banda aceh, bkn, cpns
Waspadai penipuan CPNS
Arsip - Tes Kompetensi Dasar CPNS Oktober 2014. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)
Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Kepala Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banda Aceh Makmur mengimbau masyarakat, khususnya peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) mewaspadai penipuan yang mengiming-imingi kelulusan menjadi PNS.

"Waspadai penipuan yang mengiming-imingi seseorang lulus pegawai negeri sipil. Jangan percaya iming-iming tersebut. Banyak sudah yang menjadi korban," imbau Makmur di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Makmur pada diskusi tematik dengan tema pengawasan maladministrasi pada seleksi CPNS yang digelar Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

Makmur menyebutkan, hampir di setiap rekrutmen calon pegawai negeri sipil dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab dengan melancarkan aksinya untuk keuntungan sendiri.

Pihak tidak bertanggung jawab tersebut menjanjikan bisa meluluskan seseorang sebagai pegawai negeri sipil dengan imbalan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Menurut Makmur, banyak yang menjadi korban penipuan tersebut. Padahal, BKN berulang kali mengimbau peserta seleksi CPNS tidak termakan janji-janji tersebut.

Makmur menegaskan, tidak ada seorang pun yang bisa meluluskan seseorang menjadi pegawai negeri. Yang meluluskan hanya peserta itu sendiri dengan kemampuan yang dimiliki.

"Jadi, jangan percaya ada orang yang bisa meluluskan seseorang menjadi pegawai negeri sipil. Dan harus diingat, tidak ada pungutan apapun dalam rekrutmen CPNS," tegas Makmur.

Mantan Kepala Biro Hukum dan Humas Sekretariat Daerah Provinsi Aceh itu menyebutkan, proses seleksi CPNS menggunakan sistem komputerisasi. Nilai yang didapat oleh peserta tidak bisa diutak-atik orang lain.

Apalagi ketika seleksi berjalan, nilai peserta bisa dilihat secara langsung oleh publik. Bahkan, ketika seleksi selesai, publik sudah mengetahui siapa yang memenuhi syarat dan siapa yang tidak. Sementara, peserta itu sendiri belum mengetahuinya, kata Makmur.

"Jadi, tidak ada celah bagi orang yang menjanjikan bisa meluluskan sebagai pegawai negeri sipil mengotak-atik nilai seseorang. Janji bisa meluluskan hanyalah modus," ungkap dia.

Oleh karena itu, Makmur kembali mengingatkan peserta seleksi CPNS tidak termakan janji-janji orang yang katanya bisa meluluskan sebagai pegawai negeri sipil.

"Percayakan kepada kemampuan diri sendiri. Karena itu, peserta seleksi CPNS harus melatih diri sendiri menggunakan aplikasi Computer Assisted Test atau CAT yang bisa diakses di website BKN," kata Makmur. 


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga